Tokoh
Tjokorda Raka Kerthyasa Ajak Hari Raya Nyepi untuk Lestarikan Bumi
Tjokorda Raka Kerthyasa menyampaikan petuah tentang bagaimana menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim.
Tujuh tokoh pencinta lingkungan ikut terlibat dalam penggarapan film Semesta.
Film Semesta merupakan film dokumenter panjang yang diproduksi Tanakhir Film yang bertema lingkungan.
Para tokoh tersebut sebagai penggiat lingkungan melalui pendekatan agama, kepercayaan, dan budaya masing-masing.
Salah satu tokoh dalam film Semesta yakni pencinta lingkungan Tjokorda Raka Kerthyasa. Jabatannya sebagai kepala adat agama Hindu di Bali.
Dalam film tersebut, Tjokorda Raka Kerthyasa menyampaikan petuah tentang bagaimana menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim sesuai ajaran Hindu.
Dia bersama segenap umat Hindu di Bali menjadikan momentum Hari Raya Nyepi sebagai hari istirahat alam semesta.
Ritual itu berupa rangkaian kegiatan sebelum merayakan Nyepi seperti Melasti kemudian diikuti arak-arakan Ogoh-ogoh.
• Cerita Romo Marselus Hasan, Pendeta Penerang Desa Bea Muring dalam Film Semesta
• Garap Film Dokumenter Panjang Berjudul Semesta, Nicholas Saputra Datangi 7 Daerah Pelosok Nusantara
“Kita mengunakan pendekatan ini guna mengurangi perubahan iklim yang terjadi, biasanya kita mulai dari matahari terbit hingga terbit kembali esok hari,” kata Tjokorda Raka Kerthyasa saat ditemui di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (23/1/2020).
Biasanya, selama Hari Raya Nyepi semua kegiatan harus dihentikan seperti penggunaan listrik dan api di rumah-rumah Hindu Bali.
Meski begitu, beberapa tempat umum tetap harus menyalakan listrik seperti rumah sakit dan hotel untuk kebutuhan masyarakat.
“Listrik yang menyala biasanya tidak ada, mereka berdiam diri di dalam rumah hingga matahari terbit kembali esok hari," ucapnya.
"Namun saya memberikan beberapa pengecualian guna menunjang kebutuhan mereka, dan pastinya sudah mendapat izin dari beberapa kepala ada di sini,” kata Tjokorda Raka Kerthyasa.
Dia menjelaskan, ketika Perayaan Hari Raya Nyepi di Bali biasanya menurunkan emisi atau gas buangan dari kendaraan bermotor.
• Menjadi Duta Unicef Indonesia, Nicholas Saputra Ingin Menyuarakan Hak Anak di Seluruh Tanah Air
• Nicholas Saputra Pilih Bangun Villa karena Lebih Personal dan Berkarakter
Upaya itu, kata Tjokorda Raka Kerthyasa, ikut menurunkan laju dampak perubahan iklim.
“Berbagai studi menjelaskan bagaimana satu hari perayaan Nyepi berhasil mengurangi emisi harian di pulau ini, dan dengan demikian bisa turut berkontribusi untuk memelankan dampak perubahan iklim yang terjadi," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/tjokorda-raka.jpg)