Kecelakaan

Tragis! Bocah SD Tewas Mengenaskan di Galian Tol Tangerang

Tragis! Bocah SD Tewas Mengenaskan di Galian Tol Tangerang. Simak kisah dan kronologis selengkapnya di dalam berita ini

Tragis! Bocah SD Tewas Mengenaskan di Galian Tol Tangerang
WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA
Lokasi bocah tewas di galian tol tangerang 

MALANG nian nasib yang menimpa Risky. Bocah kelas 5 SD ini tewas mengenaskan di bekas galian exit Tol Balaraja Timur, Kabupaten Tangerang, Senin (20/1/2010).

Korban meregang nyawa saat berenang bersama empat temannya. Risky tercatat sebagai warga Kawidaran, Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Kanit Reskrim Polsek Cikupa Iptu Ngapip Rujito menjelaskan korban bersama teman-temannya datang ke lokasi untuk berenang. Korban kemudian langsung berenang, sementara di lokasi tidak ada satu orang dewasa pun yang mengawasi.

Warga Tanah Galian Makasar Jakarta Timur Terima Pembayaran UGK Proyek Kereta Cepat

"Galian tersebut bekas untuk menguruk exit tol Balaraja Timur yang baru, luasnya sekitar 20 meter persegi dengan kedalaman ada yang sekitar tiga sampai empat meter," kata Ngapip, Senin (20/1/2020).

Menurutnya korban sendiri diduga baru pertama datang ke lokasi. Sehingga tidak mengetahui kondisi kedalaman galian di area persawahan itu.

"Korban diduga tidak bisa berenang, jadinya tenggelam," ucapnya.

Melihat salah seorang temannya tenggelam, keempat rekan korban kemudian berteriak meminta tolong. Mereka juga mencari pertolongan kepada warga sekitar.

Warga yang kebetulan tidak jauh dengan lokasi bekas galian, segera melakukan pencarian. Menurutnya, pencarian korban dilakukan secara bersama-sama antara anggota Polsek Cikupa dan masyarakat.

UPDATE Daihatsu Xenia Terperosok Lubang Galian Kabel, Ini Kronologi Kejadian Menurut Pekerja Proyek

“Salah satu warga segera mencari korban tenggelam. Dibantu oleh anggota Polsek Cikupa dan lainnya sehingga akhirnya bisa ditemukan walaupun sedikit membutuhkan waktu. Saat ditemukan kondisinya sudah dalam keadaan meninggal dunia,” kata Ngapip.

Ngapip juga mengatakan, pihak keluarga sudah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Korban telah dimakamkan di dekat kediamannya.

"Kami mengimbau kepada para orang tua di sekitar lokasi untuk menjaga putra puterinya agar tidak berenang atau bermain di lokasi, karena membahayakan keselamatan jiwa anak. Awasi dan dampingi anak-anaknya, agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi," ungkapnya. 

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved