Rabu, 20 Mei 2026

Viral Medsos

Luar Biasa, Demi Persalinan Pasutri Asal Cianjur Menabung Uang Receh Selama 9 Bulan

Keduanya mengumpulkan uang sedikit demi sedikit lantaran penghasilan mereka hanya Rp 900 ribu setiap bulannya.

Tayang:
shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi -- kumpulkan uang receh demi persalinan 

Cerita viral hari ini soal kegigihan pasangan suami istri asal Cianjur, Jawa Barat dalam mempersiapkan persalinan anak mereka.

Tahu biaya persalinan mungkin tidak sedikit, pasutri bernama Yanto (30) dan Riska (27) ini sudah mempersiapkan biaya jauh-jauh hari.

Mereka mengumpulkan uang receh seribu rupiah setiap harinya selama 9 bulan.

Keduanya mengumpulkan uang sedikit demi sedikit lantaran penghasilan mereka hanya Rp 900 ribu setiap bulannya.

Foto Pria Gendong Jasad Bayinya Kebingungan Cari Makam Viral, Ditolak Pemakaman Desa karena Miskin

Meski dalam kondisi kurang mampu, Yanto dan Riska tak mau menyerah demi buah hati mereka.

Alhasil keduanya gigih menabung untuk biaya persalinan.

1. Dikumpulkan dalam celengan

Yanto dan Riska setiap harinya mengumpulkan uang koin Rp 1.000 atau Rp 500 yang disimpan di sebuah celengan.

Di trisemester akhir kehamilan Riska, uang itu sudah terkumpul sebesar Rp 500 ribu.

“Sejak saya positif hamil, saya dan suami mulai menabung untuk biaya lahiran.

Namun, karena penghasilan suami Rp 900 ribu per bulan, jadi nabungnya Rp1.000, kadang Rp 500, setiap hari,” kata Riska kepada Kompas dalam artikel Cerita Pasutri Yanto dan Riska Bayar Persalinan Pakai Koin: Hasil Nabung selama 9 Bulan.

Ingatkah Kisah Ibu Kandung Pengantin Pria Datang Lalu Diacuhkan Menantu, Begini Nasibnya Sekarang

2. Sempat waswas

Warga Kampung Mekarsari RT 005/002, Desa Rahong, Kecamatan Cilaku, Jumat (17/01/2020) itu mengatakan, uang koin tersebut awalnya akan ditukarkan terlebih dahulu sebelum dibayarkan ke puskemas.

Akan tetapi, saat itu kondisi tidak memungkinkan sehingga uang tersebut akhirnya dibawa ke puskesmas.

"Sepanjang perjalanan ke puskesmas, saya, suami, ibu, pokoknya semuanya yang ikut waktu itu merasa was-was, takutnya puskesmas tidak mau menerimanya,” ujarnya.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved