Breaking News:

Pakai Printer Biasa, Pelaku Buat dan Cetak Uang Palsu Dollar AS Senilai Rp 9 Miliar

Jajaran Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya membekuk DW (47) alias Dani, pelaku pembuat dan pencetak mata uang palsu Dollar AS.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Agus Himawan
Warta Kota/Budi Malaw
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus gelar konferensi pers ungkap kasus pembuatan dolar palsu, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (17/1/2020). 

Jajaran Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya membekuk DW (47) alias Dani, pelaku pembuat dan pencetak mata uang palsu Dollar AS.

Dani dibekuk di kediamannya di Kompleks Apartemen Taman Rasuna di Jalan HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/1/2020). Di lokasi itu polisi mendapati 6.000 lembar uang palsu Dollar AS pecahan 100 Dollar AS yang totalnya senilai Rp 9 Miliar.

“Juga kami dapati 300 lembar Dollar AS hitam dan menyita sejumlah peralatan dan perlengkapan untuk membuat uang palsu Dollar AS,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes, Yusri Yunus, dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (17/1/2020).

Dugaan Skandal Korupsi Rp 21 T, HMI Tuntut Erick Thohir Copot Direksi Asabri

Melalui Pergub 142/2029 Dinas Lingkungan DKI Jakarta Optimistis Sampah Plastik Berkurang

Yusri menyebut, peralatan yang disita antara lain sebuah laptop, sebuah printer, dan mesin penghitung uang. “Pelaku adalah tunggal dan bekerja sendiri dalam mencetak dan membuat uang palsu itu,” kata Yusri.

Menurut Yusri, Dollar AS yang dibuat dan dicetak pelaku berkualitas rendah atau buruk. “Karena kertas yang dipakai adalah kertas biasa dan tak ada duplikasi benang pengaman. Pelaku juga mencetaknya hanya pakai printer biasa dari komputer,” kata Yusri.

Pantai Cikaya Bakal Jadi Spot Wisata Baru Pulau Karya untuk Tarik Wisatawan

Striker Real Madrid Karim Benzema Bergairah

Yusri menjelaskan pelaku mengaku baru kali ini membuat uang palsu Dollar AS. “Rencananya, menurut pengakuan pelaku, uang itu dijual dengan harga Rp 600.000 untuk satu lembar pecahan 100 Dollar AS,” kata Yusri. Namun, lanjut Yusri, dari hasil pemeriksaan, pelaku mengatakan belum ada uang palsu Dollar AS yang diedarkannya.

Meski demikian, penyidik masih mendalami lagi, benar tidaknya keterangan yang disampaikan pelaku. Namun, perlu diperjelas bahwa kualitas uang yang dibuat dan dicetak DW, sangat rendah. “Jadi, mudah diketahui dengan kasat mata,” jelas Yusri.

Masyarakat Kota Tangsel Kini Tidak Perlu Jauh-jauh Urus Perkara Hukum ke Kantor Kejari Tigaraksa

Istri Diego Simeone, Carla Pereyra, Ternyata Pandai Melukis Diri

Kasus ini, katanya, terungkap berawal dari adanya informasi dari masyarakat yang menyebutkan bahwa di sebuah apartemen di daerah Jakarta Selatan terdapat seseorang yang diduga membuat, menyimpan, dan mengedarkan mata uang asing palsu. “Dari informasi itu, polisi mendalaminya hingga akhirnya membekuk pelaku di apartemennya, Jumat pekan lalu,” kata Yusri.

Karena perbuatannya kata Yursri pelaku dijerat Pasal 244 KUHP dan atau Pasal 245 KUHP tentang pemalsuan mata uang sekaligus menyimpan dan mengedarkannya. “Yang ancaman hukumannya adalah penjara hingga 15 tahun,” kata Yusri.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved