3 Bulan Langsung Berhenti Merokok, Begini Terapi Medisnya
3 Bulan Berhenti Langsung Berhenti Merokok, Begini Terapi Medisnya. Simak selengkapnya dalam berita ini.
Penulis: Apfia Tioconny Billy |
MENGURANGI konsumsi rokok bisa dibantu dengan penanganan medik dengan terapi dan mengonsumi obat tambahan.
Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr. Agus Dwi Susanto menjelaskan terapi tersebut berjalan selana tiga bukan.
Ya, inilah cara berhenti merokok dalam waktu relatif cepat.
“Jadi selama tiga bulan ada kombinasi, yaitu konseling dan tambahan dalm bentuk obat yang diminum, itu kita punya di Indonesia,” kata dr. Agus saat ditemui di Kementerian Kesehatan, Jakarta Pusat, Rabu (15/1/2020).
• Betah Menyandang Janda, Benarkah Wika Salim Sedang Dekat dengan Komedian dan Bintang Film Ini?
Saat ini di Indonesia obat yang diberikan dalam bentuk tablet yang diberikan oleh dokte spesialis yg punya sertifikat pelatihan berhenti merokok.
Obat yang diminum setiap hari itu akan mengatasi adiksi rokok yang datang dari kandungan nikotin sehingga pasien tidak kepingin merokok lagi.
“Obatnya macam-macam ada obat fariniklin, nikotin replacement terapi (nrt), semua dengam resep dari dokter. Jadi datangkah ke dokter bukan beralih ke rokok elektrik,” tutur dr. Agus.
• 4 Tahun Jadi Masseur Profesional, Ahmad Aditya Juga Teman Setia Keluh Kesah Pemain Persija Jakarta
Untuk biaya obat kisaraanya disebutkan dr. Agus sekitar Rp 200.000 per bulan tentunya belum ditambah biaya administrasi rumah sakit dan lain-lain.
“Untuk biaya sekali kunjungan ya tergantung masing-masing rumah sakit tapi obatnya saja Rp 200.000-an, minimal lima kali ketemu dokter,” pungkas dr. Agus.
Buruk Bagi Anak
Berhenti merokok memang sudah seharusnya dilakukan para orangtua.
Sebab asap rokok baik dari rokok konvensional maupun rokok elektrik atau vape bisa menyebabkan anak mengalami pneumonia atau infeksi pada paru-paru.
dr. Mayung Sambo Sp. A (K), Sektetaris Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan alasannya karena kandungan berbahaya yang terdapat pada asap rokok.
• VIDEO : Ajak Suami Bikin Dosa di Dapur, Unggahan Vanessa Angel Bikin Warganet Salah Fokus
“Betul (bisa kena pneumonia), jadi asap rokok mengandung berbagai iritan, iritan itu zat-zat yang bisa menimbulkan masalah terhadap saluran pernapasan,” kata dr. Mayung saat ditemui di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Rabu (15/1/2020).
Kemudian karena kondisi tubuh anak-anak yang kecil diameter saluran pernapasannya pun masih kecil sehingga lebih mudah berdampak pada kesehatan pernapasan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/plain-packaging-rokok_20180705_103735.jpg)