Jumat, 24 April 2026

Stem Cell

Metode Stem Cell di Klinik Kecantikan Dikatakan Ilegal, Cuma Kepentingan Jualan

Metode Stem Cell di Klinik Kecantikan Dikatakan Ilegal, Cuma Kepentingan Jualan. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

Penulis: Feryanto Hadi |

AKTRIS Berbie Kumalasari membuat pengakuan telah menghabiskan duit miliaran rupiah untuk perawatan tubuhnya, beberapa waktu lalu.

Mulai dari injeksi stem cell atau sel punca yang per suntiknya hingga Rp 200 juta sampai perawatan kulit wajah menggunakan super booster yang habiskan biaya sekitar Rp 50 juta.

Kemudian ada Nikita Mirzani yang melakukan perawatan dengan metode baby stem cell dengan biaya Rp300 juta di sebuah klinik kecantikan di bilangan Kemang milik dr Gaby Syerli M.Biomed AAM.

Ada Klinik Stem Cell Digerebek Polisi, Kenali Fungsinya yang Mampu Meregenerasi Sel

Baby stem cell dilakulan dengan menyuntikan plasenta bayi ke bagian wajah dengan tujuan agar cerah dan awet muda.

Di klinik dr Gaby ini, memang menjadi langganan para selebritis dan sosialita dalam merawat tubuhnya. Sebuah kampanye "menolak tua" menjadi daya pikat bagi klinik itu untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan.

Stem cell atau sel punca akhir-akhir ini mulai marak digunakan sebagai metode meremajakan tubuh. Metode ini dipercaya mampu meregenerasi kulit menjadi lebih muda dan mengubah wajah kusam menjadi cerah berseri.

Sejumlah klinik kecantikan terang-terangan menggunakan istilah itu. Selain menggunakan plasenta, adapula klinik kecantikan yang menggunakan sel punca domba atau sayur mayur.

Bakal Dirilis Februari, Ini Bocoran Nama Ponsel Lipat Samsung Berikutnya, Berapa Harganya?

Tentu ini sebuah istilah yang kontradiktif jika menilik penjelasan maupun kegunaan stem cell yang dijelaskan dalam Permenkes 32 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Sel Punca dan/ atau Sel.

Seorang Aesthetic Dermatologist and Aesthetic Medicine, dr. Chandra Lohisto, B Med Sc, mengakui, penggumaan sel punca dalam bidang kecantikan memang belum diatur dalam regulasi. Produk yang beredar juga masih cukup terbatas, bahkan tidak sedikit merupakan bahan selundupan alias tidak mengantongi izin.

"Memang tidak ada regulasinya buat kecantikan. Soalnya itu tidak bisa di BPOMin juga karena kan bahan organik. Kebanyakan barangnya impor, lokal juga ada tapi sangat terbatas," ujar dr Chandra dihubungi pada Rabu (15/1).

dr Chandra menyebut, banyaknya klinik kecantikan yang memberikan layanan stem cell tidak lebih dari faktor latah demi bisnis saja.

Terkesan Sambutan Antusias The Jakmania, Marco Motta Tak Sabar Ikuti Latihan Bareng Persija Jakarta

Menurutnya, keaslian sel punca yang ditawarkan setiap klinik juga harus diuji lebih lanjut. Bahkan, ia menyebut, banyak bahan yang kemudian dilabeli dengan stem cell hanya untuk kepentingan "jualan" semata.

"Banyak yang klaim-klaim saja. Stem sell kalau dibotol itu namanya bukan stem cell, itu namamya sel terapi. Apalagi yang stem cell sayur atau buah apel dan anggur itu jelas bukan stem cell. Cuma nama stem cell untuk jualan saja," jelasnya.

Terkait plasenta bayi yang kerap diistilahkan oleh klinik sebagai stem cell plasenta, dr Chandra menyebut sebenarnya penggunannya punya resiko besar ketika disuntikkan ke wajah orang.

"Plasenta itu ambil dari tali pusarnya bayi, habis itu masuk lab. Yang klaim sebagai srem cell ada, tapi ada yang tidak. Dia fungsinya menyambung sel untuk bikin sel baru. Sebenarnya itu buat embrio, nambah hormon dan punya resiko lumayan besar. Plasenta bayi memang lumayan mahal kalau sudah masuk lab," terang dokter lulusan University of Melbourne itu.

Gelar Latihan Perdana, Paul Munster Fokus Benahi Fisik Pemain Bhayangkara FC

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved