Selasa, 28 April 2026

Berita Jakarta

MEMANAS! Massa Pro dan Kontra Anies Baswedan Bersitegang, dari Beteriak Hingga Saling Lempar Botol

Massa pro dan kontra Anies Baswedan bersitegang di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (14/1/2020). Massa pro dan kontra Anies Baswedan lempar botol.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: PanjiBaskhara
Warta Kota/Joko Supriyanto
Massa pro dan kontra Anies Baswedan bersitegang di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (14/1/2020). Massa pro dan kontra Anies Baswedan lempar botol. 

Warga DKI Bakal Ajukan Gugatan Class Action Soal Bencana Banjir

Tim Advokasi Korban Banjir DKI Jakarta bakal mengajukan gugatan class action perdata kepada Pemprov DKI Jakarta di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Gugatan itu daftarkan oleh mereka pada Senin (13/1/2020).

“Insya Allah pukul 15.00 kami daftarkan di PN Pusat,” kata Koordinator Tim Advokasi Korban Banjir DKI Jakarta Alvon Kurnia Palma saat dihubungi wartawan pada Senin (13/1/2020) siang.

Berdasarkan data yang diperoleh, data pelaporan untuk class action Banjir DKI Jakarta hingga Sabtu (11/1/2020) pukul 17.35 sudah ada 651 data yang masuk.

Laporan itu diterima tim melalui surat elektronik atau e-mail banjirdki2020@gmail.com.

Dari 651 data yang masuk, sudah ada 276 pesan yang terindikasi laporannya memenuhi persyaratan.

Warga yang melapor juga melampirkan data pendukung seperti foto, video, identitas diri hingga perkiraan kerugian yang dialami.

Dari 276 laporan warga DKI, sebayak 249 di antaranya melaporkan nilai kerugiann harta benda dengan total Rp 44,5 miliar.

Nilai kerugian terkecil sebesar Rp 498.000 dan nilai kerugian terbesar mencapai Rp 8,7 miliar.

Dari lima wilayah di DKI Jakarta, laporan paling banyak dari warga Jakarta Barat hingga 137 orang, Jakarta Timur 64 orang, Jakarta Utara 24 orang, Jakarta Selatan 41 orang dan Jakarta Pusat 10 orang. (faf)

Penyekatan

Polisi akan melakukan penyekatan di depan gedung Balaikota DKI Jakarta untuk memisahkan massa pro dan kontra yang akan melakukan aksi unjuk rasa, Selasa (14/1/2020) sekitar pukul 14.00.

Hal itu dilakukan untuk mencegah bentroknya dua kelompok massa yang berunjuk rasa itu.

Sebab dikhawatirkan massa pro dan kontra akan bersinggungan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan penyekatan dilakukan dengan memasang barrier yang agak tinggi serta menempatkan kendaraan taktis, anggota polisi dan pihak sekuriti Balai Kota DKI diantara dua kelompok massa yang berunjuk rasa.

Poster Bang Japar yang siang ini akan serang balik ormas yang protes kebijakan Anies.
Poster Bang Japar yang siang ini akan serang balik ormas yang protes kebijakan Anies. (Istimewa)

“Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pada saat teknis pelaksanaanya di tengah-tengah jalan di depan Kantor Balaikota kita lakukan penyekatan.

Akan kita pasang barrier yang agak tinggi dan juga tengah-tengah dipasang rantis. Ini upaya kita untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Yusri, Selasa (14/1/2020).

Selain itu kata Yusri, pihak kepolisian sudah berkoordinasi dengan perwakilan massa agar kegiatan tidak berlangsung lama, dan dilakukan dalam bentuk konfrensi pers.

"Sudah kita koordinasikan rencana siang ini dalam bentuk konferensi pers saja, atau tidak ada orasi yang disampaikan.

"Mungkin kegiatannya pun tidak terlalu lama, bukan bentuk orasi, tapi konpers di depan Gedung Balai Kota"

"Sudah kita koordinasikan supaya tidak ada yang membawa alat-alat yang dilarang, dan pihak panitia sudah menyampaikan akan melakukan kegiatan damai, dan hanya konfrensi pers saja," kata Yusri.

Menurut Yusri rekayasa arus lalu lintas di depan Gedung Balai Kota berupa penutupan dan pengalihan arus lalu lintas bersifat situasional.

"Memang satu jalur ditutup, tapi yang jalur sebelah kiri yang arah ke Gambir itu situasional saja. Kita lihar bagaimana situasi kekuatan massa yang ada. Kita harapkan semuanya bisa berjalan dengan aman dan tertib," katanya.

Beberapa spanduk dukungan ke Anies Baswedan mulai dipasang oleh para peserta aksi pro Anies, Selasa (14/1/2020)
Beberapa spanduk dukungan ke Anies Baswedan mulai dipasang oleh para peserta aksi pro Anies, Selasa (14/1/2020) (Wartakotalive/Joko Supriyanto)

Untuk mengamankan kegiatan itu kata Yusri, Polres Metro Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya, menurunkan 659 personel

"Jumlah personel pengamanan dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat dalam apel pagi tadi, sekitar 659 personel yang akan kita turunkan," kata Yusri.

Berdasarkan surat pemberitahuan, katanya ada dua kelompok massa yang menggelar aksi massa, di Balai Kota, Selasa, hari ini.

Pertama adalah massa atas nama Jakarta Bergerak-Suara Rakyat Bersatu, yang menuntut agar Anies mundur sebagai Gubernur DKI. Karena Ia dinilai gagal memimpin Ibu Kota Jakarta, terutama dalam penanganan banjir.

Sementara kedua, adalah massa dari Bang Japar yang membela Anies.

"Kekuatan massa yang diajukan itu dari Suara Rakyat Bersatu sekitar 200 orang, dari Bang Jafar sekitar 250-an, itu pemberitahuan kepada kami," kata Yusri. (bum)

Water Canon dan 500 Polisi

Dua aksi massa berbeda akan mengelar aksi demo depan Balai Kota Jakarta, Selasa (14/1/2020) hari ini. Kini petugas kepolisian sudah disiagakan untuk melakukan pengamanan.

Pantauan Wartakotalive.com beberapa personel nampak sudah berjaga-jaga di depan Balai Kota Jakarta, bahkan tak hanya itu dua kendaraan water cannon pun juga disiagakan untuk antisipasi keamanan.

Meski begitu belum terlihat adanya massa yang datang, hanya saja kelompok massa yang ikut serta mengamankan yaitu Bang Japar sudah mulai mendatangi lokasi.

Kabag Ops Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Wiraga mengatakan pihak sudah siap untuk melakukan pengamanan aksi penyampaian pendapat di Balai Kota Jakarta itu.

"Untuk pola pengamanan seperti biasa. Seperti pengamanan unjuk rasa yang lainnya, kita melakukan sesuai protap, ada water canon dan sebagainya," kata Kompol Wiraga, Selasa (14/1/2020).

Menurut Wiraga, aksi demo yang disampaikan akan ada dua massa yang berbeda, untuk itu pihaknya mengerahkan sebanyak 500 personil untuk disiagakan di depan Balai Kota Jakarta.

"Intinya dari dua kelompok yang berbeda ditambah lagi satu kelompok masy yg menggunakan jalan atau lalu lintas itu bisa bersama-sama melaksanakan kegiatan dengan baik atau lancar," katanya.

Diketahui aksi demo ini di antaranya meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mundur karena tidak dapat menanggulangi banjir Jakarta dan aksi kawal Anies atas kelompok massa menyalahkan Anies atas banjir Jakarta. (JOS)

Sumber: WartaKota
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved