Moda Transportasi Udara Turun Saat Mudik Natal dan Tahun Baru, Ini Penyebabnya
Hasil Survei Potensi Pemudik pada Masa Libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 terjadi penurunan pengguna transportasi udara.
Penulis: Vini Rizki Amelia |
Hasil Survei Potensi Pemudik pada Masa Libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 yang diselenggarakan Badan Penelitian dan Perhubungan Kementerian Perhubungan (Desember 2019), menyebutkan, 60 persen pemudik berasal dari Wilayah Jakarta dan Jawa Barat.
Sebanyak 70 persen pemudik bergerak menuju Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogakarta dan Jawa Timur.
Sebanyak 68.9 persen melewati rute Cikampek-Cipali-Cirebon, 9,3 persen melewati rute Cikampek-Cipularang-Bandung-Tasikmalaya, 7,3 persen ke arah Merak dan tidak ada rute yang merepresentasikan sebanyak 14,3 persen.
• Akhirnya Iran Akui Tembak Jatuh Pesawat Ukraina Berpenumpang 176 Orang, Dianggap Pesawat Musuh
"Pilihan moda untuk mudik, terbanyak menggunakan kendaraan pribadi sebesar 48 persen," ujar Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat, Djoko Setijowarno dalam keterangan tertulisnya kepada Warta Kota, Minggu (12/1/2020).
Sementara pemudik yang memilih pesawat 24 persen, kereta 15 persen, bus 8 persen, sepeda motor 2 persen, mobil sewa atau travel 2 persen dan kapal laut dan sungai, danau dan penyeberangan sebanyak 1 persen.
Untuk mudik Nataru, pemudik yang menggunakan sepeda motor memang tidak sebanyak mudik Lebaran.
Alasan memilih moda tersebut, kata Djoko disebabkan antara lain karena cepat 52 persen, nyaman 50 persen, fleksible 51 persen, aman, 28 persen, selamat 21 persen dan dapat digunakan di tempat mudik 23 persen.
Sedangkan pilihan sebagai bukti keberhasilan di tanah perantauan hanya 2 persen.
Saat musim Mudik Nataru tahun ini ditandai dengan penambahan kapasitas jalan tol.
Kendati baru tahap fungsional, Djoko mengatakan jalan tol tersebut setidaknya dapat membantu melancarkan proses mudik.
"Dampaknya memang ada, penggunaan kendaraan pribadi meningkat, penggunaan pesawat terbang menurun," kata Djoko.
Selain penurunan menggunakan pesawat terbang karena faktor tarif yang dianggap tinggi oleh konsumen.
Sejumlah jalan tol yang dioperasikan yakni Tol Layang Jakarta - Cikampek (Japek) sepanjang 38 kilometer, ruas Tol Terbanggi Besar - Pematang Panggang 112 kilometer, ruas Tol Pematang Panggang - Kayu Agung 77 kilometer, ruas Kayu Agung – Palembang – Betung 52,5 kilometer, sebagian ruas Tol Balikpapan – Samarinda (Samboja - Palaran 58,7 kilometer) dari panjang total 99,35 kilometer, sebagian ruas tol Manado-Bitung seksi 1 sebanyak 14 kilometer dari panjang keseluruhan 39 kilometer dan sebagian ruas Tol Pekanbaru – Dumai (Pekanbaru-Minas, 92, kilometer) dari panjang keseluruhan 131,48 kilometer.
Sejumlah rest area atau Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) belum dapat beroperasi sepenuhnya, masih beroperasi temporary.
"Pengoperasian fungsional tol tersebut dapat sebagai bahan evaluasi sebelum operasional komersial nantinya," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ilustrasi-maskapai-garuda-indonesia_0101.jpg)