Liga Spanyol
Barcelona Gagal di Super Cup, Xavi Digadang-gadang Jadi Pelatih
Kegagalan Barcelona menembus partai final Piala Super Spanyol dari Atletico Madrid, ternyata berbuntut panjang.
Penulis: Valentino Verry | Editor: Valentino Verry
Kegagalan Barcelona menembus partai final Piala Super Spanyol dari Atletico Madrid, ternyata berbuntut panjang. Kiprah Ernesto Valverde sebagai pelatih mulai diutak-atik untuk diganti.
Xavi pun muncul sebagai kandidat pengganti Valverde, untuk kembali ke klub yang pernah dibelanya selama 17 tahun sebagai pemain dan telah menjadi ikon klub yang memunculkan gaya tiki-taka lebih dari satu dekade terakhir.
Namun, manajemen Al Sadd, langsung menepis berita itu. Manajer Umum Al Sadd, Turki Al Ali menegaskan bahwa Xavi tetap di timnya sebagai pelatih.
Menurut Al Ali, Xavi masih fokus menjalani peran sebagai juru taktik dan akan mendampingi tim dalam laga Piala Qatar melawan Al Rayyan.
"Rumor Xavi pergi ke Barcelona itu normal dan memang diharapkan karena ia akan berada di klub dan rumah pertamanya, dan ia memang harus kembali ke sana di masa depan. Tapi Xavi adalah pelatih Al Sadd," tulis klub Qatar itu melalui pernyataan resmi di laman resmi mereka.
"Xavi dan timnya fokus pada pertandingan melawan Al Rayyan, dan kami tahu bahwa klub dengan reputasi dan profesionalisme seperti Barcelona akan melewati jalur resmi untuk membicarakan hal-hal semacam itu".
Xavi mencatatkan lebih dari 750 penampilan dan 85 gol selama membela Barcelona, sukses memenangi delapan titel La Liga, tiga Copa del Rey dan empat trofi Liga Champions.
Selepas meninggalkan Barcelona pada 2015, Xavi pindah ke Al Sadd, di mana ia menghabiskan empat tahun sebagai pemain dan memenangi Qatar Stars League musim 2018/2019, yang merupakan musim terakhirnya sebagai pemain profesional.
Manajemen Barcelona dikabarkan memberikan tawaran kepada Xavi, sebuah kontrak untuk menggantikan Valverde sebagai pelatih. Selain Xavi, sejumlah nama yang disebut-sebut sebagai kandidat adalah Thierry Henry, Roberto Martinez, dan Ronald Koeman.
Dilansir dari RAC1, Direktur Olahraga Eric Abidal dan CEO Oscar Grau terbang ke Doha untuk bertemu dengan Xavi terkait tawaran tersebut.
Xavi, yang saat ini masih menangani Al Sadd, kabarnya mendapat tawaran kontrak dua setengah tahun untuk menjadi pelatih Barcelona pada akhir musim ini.
Sementara itu, Valverde mengaku sama sekali tidak tertekan dengan masa depannya kendati timnya baru saja menelan kekalahan kontra Atletico Madrid di semifinal Piala Super Spanyol.
Lionel Messi dkk dipaksa bertekuk lutut 3-2 dari Atletico dalam laga dramatis di Jeddah, Arab Saudi, Jumat (10/1) dini hari WIB. Hasil ini makin menyudutkan posisi Valverde, yang sudah dalam sorotan banyak pihak dalam beberapa bulan terakhir.
"Kita semua tahu seperti apa sepak bola bekerja: selalu bergerak dan tidak stabil. Ketika terjadi hasil buruk, seperti yang terjadi saat ini, kita akan mendiskusikan hal-hal seperti ini (pemecatan pelatih). Ini memang tidak terhindarkan, tetapi saya akan fokus terus bekerja," ucapnya.
Valverde juga menanggapi performa timnya, yang tampil dominan dan bahkan seharusnya bisa mencetak dua gol tambahan melalui Messi dan Pique tapi dianulir VAR, sebelum akhirnya terjungkal di menit-menit terakhir.
"Kami mendominasi laga, itu tidak bisa dibantah. Kami mengontrol permainan setelah unggul 2-1, tapi mereka bisa membalas hanya dari dua serangan. Mereka mampu melukai kami di saat kami mengira kami sudah di atas angin," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20151228-gelandang-al-sadd-xavi-hernandez_20151228_080151.jpg)