Transportasi Jakarta

PT MRT Jakarta dan KAI Resmi Dirikan Perusahaan Patungan Urusi Transportasi Jabodetabek

PT MRT Jakarta dan KAI resmi dirikan perusahaan patungan yang mengawasi pengemangan transit di Jabodetabek

Wartakotalive/Fitriyandi Al Fajri
PT MRT Jakarta dan PT KAI resmi dirikan perusahaan patungan bernama PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada Jumat (10/1/2020). 

MRT dan KAI Resmi Bentuk Perusahaan Patungan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek

PT MRT Jakarta dan KAI resmi dirikan perusahaan patungan.

PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi mendirikan perusahaan patungan bernama PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek di Kementerian BUMN pada Jumat (10/1/2020).

Perusahaan ini fokus pada pengembangan kawasan berorientasi transit di wilayah Jabodetabek.

Hadir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Stasiun dengan Aktivitas Tinggi Bakal Ditata Perusahaan Bersama Bentukan KAI dan MRT Jakarta

Dalam kesempatan itu Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar dan Direktur PT KAI Edi Sukmoro meneken lahirnya perusahaan gabungan tersebut.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, kerja sama ini sangat memudahkan masyarakat dalam memperoleh transportasi umum, khususnya transportasi berbasis rel dan darat.

Perusahaan ini, kata dia, akan fokus pada penataan 72 stasiun di Jabodetabek, termasuk pengintegrasian dengan Transjakarta.

“Di tahun 2019 ini Kereta Commuter Indonesia atau KCI, MRT dan Transjakarta itu sudah melayani total 369,3 juta penumpang (per tahun). Kami saja di Transjakarta itu mengalami lonjakan,” kata Anis saat memberikan sambutan di Kementerian BUMN pada Jumat (10/1/2020).

Cetak Rekor, PT KAI Layani 1.325.431 Penumpang Selama Masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2019/2020

Dalam kesempatan itu, Anies memaparkan soal jumlah penumpang di DKI Jakarta sejak 2017 lalu.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI itu menyebut jumlah penumpang Transjakarta pada 2017 lalu mencapai 338.000 orang per hari.

Jumlah penumpang merangkak naik seiring peningkatan pelayanan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Hingga pada 2019 lalu, rata-rata jumlah penumpang harian mencapai 700.000 orang.

Anies yakin, bila transportasi berbasis rel telah terintegrasi maksimal dengan Transjakarta, jumlah penumpang akan bertambah lebih banyak lagi.

“Itu (jumlah penumpang Transjakarta) baru integrasi antar angkutan darat (JakLingko), belum menyambung ke kereta api ini. Begitu perpindahan itu terjadi, jumlah kendaraan pribadi di jalanan pasti turun,” ujarnya.

Anies menambahkan, komposisinya perusahaan ini 51 persen dikuasai Pemprov DKI Jakarta melalui MRT Jakarta dan sisanya 49 persen dipegang Kementerian BUMN lewat KAI.

Perusahaan ini nantinya akan melakukan perencanaan dan implementasi pengintegrasian transportasi.

“Nantinya 72 stasiun di wilayah Jabodetabek akan menjadi tanggung jawab perusahaan patungan ini, termasuk angkutan umum sekitarnya,” jelasnya. (faf)

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved