Banjir Tahun Baru
PLN Ganti 1.796 Meteran Warga Pondok Gede yang Terdampak Banjir Secara Gratis
PLN Ganti 1.796 Meteran Warga Pondok Gede yang Terdampak Banjir Secara Gratis. Simak selengkapnya dalam berita ini.
Penulis: Muhammad Azzam |
PT PLN (Persero) sudah melakukan penggantian 1.796 kWh meter atau meteran yang rusak akibat banjir di Unit Pelaksaan Pelayanan Pelanggan (UP3) Pondok Gede.
"Itu tadi pagi, angka itu akan terus bertambah menyusul banyaknya permintaan warga untuk melakukan penggantian kWh meter," ujar Direktur PLN Regional Jawa Madura Bali, Haryanto WS, saat berikan bantuan sosial di Perum Pondok Gede, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jumat (10/1/2020).
Ia mengatakan proses penggantian kWh meter yang rusak akibat banjir gratis tanpa dipungut biaya.
• Jeritan Warga Jalan Masjid Al Ikhlas Pondok Gede Permai: di Sini Doang yang Masih Ada Genangan
Sesuai data PLN sebanyak 9.242 kWh meter rusak di Jakarta dan sekitarnya akan diganti oleh PLN. Warga yang kWh meternya rusak dan belum terdata bisa melaporkannya ke PLN melalui contac center 123. Selanjutnya PLN akan melakukan inspeksi dan menggantinya.
"Hati-hati terhadap oknum yang meminta uang atas penggantian kWh meter, penggantiannya gratis," tegas Haryanto.
PLN juga pada hari ini melakukan pemeriksaan sebanyak 2.020 instalasi listrik rumah warga yang terdampak banjir di tujuh unit wilayah.
PLN Jatinegara sebanyak 200 pelanggan, PLN Bintaro 300 pelanggan, PLN Cengkareng 300 pelanggan, PLN Cikokol 300 pelanggan, PLN Bekasi 400 pelanggan dan PLN Gunung Putri 220 pelanggan.
• Alasan Pramugari Siwi Sidi Putranti Baru Klarifikasi Tuduhan Jadi Gundik
"Kegiatan ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial melalui Corporate Social Responsibility (CSR) PLN Peduli," kata Haryanto, saat memberikan bantuan di Perum Pondok Gede Permai, Jatiasih, Kota Bekasi, Jumat (10/1/2020).
Pemeriksaan instalasi listrik rumah, sambung Haryanto, untuk memastikan instaslasi masih berfungsi dengan baik agar tidak terjadi korsleting listrik.
"Tujuannya pemeriksaan ini supaya mengetahui apakah instalasi di rumah warga setelah banjir aman digunakan. Kalau aman pastinya terhindar dari bahaya seperti korsleting yang menyebabkan kebakaran," ungkap Haryanto.
Hasil pemeriksaasan instalasi listrik tersebut akan diinformasikan kepada pemilik rumah untuk melakukan tindakan perbaikan.
"Kalau untuk perbaikan instalasi listrik kami tidak biayai hanya pengantian kWh meter yang rusak saja. Tapi pemilik diberikan rekomendasi untuk penanganannya," jelas dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pln-5.jpg)