Banjir di Bogor
Kelangkaan Gas Melon di Daerah Bencana Sudah Diatasi Pemkab Bogor
Meroketnya harga dan kelangkaan gas elpiji atau biasa disebut melon di wilayah berdampak bencana di Kabupaten Bogor sudah bisa diatasi Pemkab Bogor
CIBINONG, WARTAKOTALIVE.COM - Meroketnya harga dan kelangkaan gas elpiji atau biasa disebut melon di wilayah berdampak bencana di Kabupaten Bogor sudah bisa diatasi Pemkab Bogor dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Bogor Raya.
Sehingga diharapkan masyarakat di wilayah tersebut tidak lagi resah, karena kebutuhan gas melon sudah bisa dipenuhinya.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin kepada wartawan di Cibinong, Kamis (9/1).
"Kami Sudah komunikasikan soal kelangkaan dan meroketnya harga gas ukuran tabung 3 Kg dengan pihakDisdagin dan PD Pasar Tohaga," kata politisi P3 ini.
Dari kedua lembaga itu mengaku bahwa Rabu (8/1) kemarin sudah dikirim pasokan gas melon dari Hiswana Migas sebanyak 1000 buah atau dua truk.
"Mereka mengaku bahwa permasalahan itu dikarenakan terkendala akses jalan sehingga truk agak jauh dari konsumen.
Harga dari Hiswana Migas Rp. 16.000/buah oleh pengecer dijual Rp.18.000/buah," ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, pada Kamis (9/1) ini akan ditambah 2 Truk atau sebanyak 1000 buah gas Melon ke Kecamatan Sukajaya.
"Sasaran di 2 Titik Desa yaitu Pasir Madang dan Harkat Jaya," imbuhnya.
Sebelumnya Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Bogor Raya mengaku pihaknya menunggu surat permohonan dari Pemkab Bogor untuk nantinya melakukan operasi pasar.
Ketua Hiswana Migas Bogor Raya Erry Asep Junaidi mengatakan, operasi pasar tabung gas 3 kg ini relatif dibutuhkan warga 11 desa di Kecamatan Sukajaya untuk menormalkan kembali harganya.
Tak hanya harga yang melambung, keberadaan gas melon itu pun terbilang langka.
"Permohonan operasi pasar tabung gas 3 kg itu harus dari Pemkab Bogor ke Pertamina.
"Kami dari Hiswana Migas Bogor Raya siap saja melakukan operasi pasar untuk menormalkan kembali tabung gas elpiji 3 kg," ujar Erry kepada wartawan.
Dia menerangkan, kelangkaan tabung gas melon itu dikarenakan akses insfrastruktur jalan yang terputus hingga agen kesulitan memasok gas ersebut kepada para pangkalan gas bersubsidi ini yang ada di Kecamatan Sukajaya.