Berita Banten
Disinggung Gagap Tangani Bencana Lebak, Begini Penjelasan Lengkap Gubernur Banten
Pemprov Banten dianggap gagap dalam menangani bencana. Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Banten Andra Soni.
Pemprov Banten dianggap gagap dalam menangani bencana. Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Banten Andra Soni.
Gubernur Banten Wahidin Halim keberatan dengan pernyataan Ketua DPRD Banten Andra Soni yang mengatakan bahwa Pemprov Banten belum maksimal tangani bencana tanah longsor dan banjir bandang di Kabupaten Lebak.
Terlebih, Andra menyebutkan Pemprov Banten gagap bencana lantaran tidak ada crisis center atau pusat data untuk mengetahui jumlah korban jiwa maupun kerugian dampak bencana yang akurat sejak hari pertama bencana terjadi.
Menurutnya, pendataan dan verifikasi data membutuhkan waktu agar data yang dihasilkan valid dan akuntabel.
• BANJIR Parah Landa Banten, Rumah Gubernur Wahidin Jadi Posko dan Dapur Umum
Dengan kata lain semua data dapat dipertanggung jawabkan.
“Jangan bilang gagap, gagap. Orang sama dia keliling kok. Kita sejak hari pertama sudah siap siaga dan hadir dengan para korban,” ujar pria yang akrab disapa WH ini dalam keterangannya kepada Wartakotalive.com, Jumat (10/1/2020).
Mantan Wali Kota Tangerang dua periode itu juga membantah ketika disinggung bahwa alasan pernyataan tersebut.
Karena tidak maksimalnya kinerja Kepala BPBD Banten yang saat ini masih berstatus sebagai Pelaksana Tugas.
Prosedur utama penanganan bencana dilakukan langsung di lokasi kejadian pada hari pertama terjadi.
"Enggak ada alasan itu, orang langsung ke lapangan kok. Bahkan saya langsung instruksi dan pimpin sendiri," ucapnya.
Gubernur menjelaskan bahwa pendataan jumlah korban dan total kerugian yang dialami akibat banjir tidak dapat dilakukan dalam waktu satu hari.
Karena, jumlah korban dan kerugian terus berubah sehingga perlu dilakukan verifikasi secara terus menerus.
"Korban dan harta benda kan ada yang terbawa arus atau tertimbun tanah dan benda-benda lain. Sehingga membutuhkan proses pencarian dan evakuasi untuk kemudian diverifikasi identitasnya. Supaya datanya valid serta dapat dipertanggung jawabkan," kata Wahidin.
Sejak hari pertama bencana banjir, kata Gubernur, pihaknya sudah terjun langsung ke lapangan dan instruksi Dinas membuat posko.
Termasuk di rumah pribadi Wahidin dijadikan posko dapur umum, kesehatan, logistik, air bersih dan lokasi tempat evakuasi kendaraan warga perumahan Pinang Griya dan Ciledug Indah, Kota Tangerang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/gubernur-sebut-pungli-masih-merajarela-di-kawasan-banten-lama3.jpg)