Kekerasan Terhadap Anak
Siksa Anak Majikan, ART di Jelambar Viral dan Diburu Polisi
Pihak aparat polisi membenarkan kejadian viral kekerasan Asisten Rumah Tangga (ART) terhadap anak majikannya di Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta.
Penulis: Desy Selviany |
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Desy Selviany
PALMERAH, WARTAKOTALIVE.COM - Pihak aparat polisi membenarkan kejadian viral kekerasan Asisten Rumah Tangga (ART) terhadap anak majikannya di Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta.
Saat ini aparat masih menggali informasi dan mengumpulkan bukti terkait kejadian tersebut.
Sebelumnya viral sebuah unggahan wanita bernama Tjeuw Yannie (38).
Wanita itu disebut tinggal di kawasan Jelambar, Jakarta.
Dalam unggahan Facebooknya Tjeuw membagikan video kekerasan yang telah dilakukan pembantunya terhadap anaknya.
"Tolong tidak memperkerjakan orang ini, anak saya diperlakukan tidak pantas dan tidak layak, kiranya bapak ibu om tante yang telah melihat, membaca dan mendapat info ini untuk tidak memperkerjakan Terima kasih," tulis ibu korban dalam akun Facebooknya.
Dalam video seorang anak terlihat duduk menangis dengan kaki dan tangan terikat.
Tiba-tiba saja seorang wanita muda mengkasari anak tersebut.
Wanita yang disebut sebagai ART itu bahkan menempelkan sebuah kertas lem ke wajah korban.
Wanita itu beberapa kali juga sempat menempeleng wajah dan kepala korban.
Saat dikonfirmasi Kasat Reskrim Kompol Teuku Arsya membenarkan informasi kekerasan tersebut.
"Ya benar dan korban saat ini sudah melaporkannya atas kejadian tersebut ke Polres Metro Jakarta Barat," ujar Arsya, Rabu (8/1/2020) dini hari.
Kata Arsya orang tua korban menceritakan bahwa anaknya telah diperlakukan tidak baik oleh pembantunya sendiri.
Anaknya disebut mendapatkan perlakuan dari pembantunya dengan diikat kedua kaki dan tangannya dengan menggunakan tali.
Tidak hanya itu saja wajah korban saat menangis sempat ditutup paksa dengan menggunakan sebuah kertas walpaper.
"Saat ini kami tengah menggali informasi dan mengumpulkan bukti dari rekaman video yang memperlihatkan kekerasan terhadap seorang anak tersebut dan pelaku saat ini tengah kami lakukan pengejaran," kata Arsya. (m24)