Warga di Lokasi Tebing Longsor di Cinere Depok Trauma Tidak Berani di Dalam Rumah Saat Hujan Deras

Warga korban tebing longsor pun meminta Pemkot Depok untuk segera memperbaiki tebing yang longsor dan menimpa rumah seorang warga

Warta Kota
Warga Pangkalan Jati, Cinere, Depok tak berani berada di dalam rumah saat hujan karena trauma setelah longsor merenggut tiga nyawa keluarganya, Selasa (7/1/2020). 

Warga yang tinggal di Jalan Andara Dalam, Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, adalah truma berat, menyusul musibah tebing longsor yang menimpa salah satu rumah warganya.

Tak ayal, bila turun hujan dalam waktu yang lama, Suryani (45), tetangga dari rumah warga yang tertimpa longsoran, adalah mengaku dia suami dan seorang anaknya memilih mengungsi ke rumah keluarganya yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumahnya.

“Ya jadi trauma, pokoknya kalau hujan apalagi deras, kita semua di depan aja enggak berani di dalam (rumah). Kalau hujan dari siang sampai malam, ya malamnya terpaksa ngungsi naek motor hujan-hujanan,” tuturnya ditemui Wartakotalive.com, Selasa (7/1/2020).

Suryani juga mengatakan, tetangganya yang berada di depan rumahnya atau tepatnya di belakang tebing, adalah sudah lebih dulu mengungsi meski rumah tetangganya itu tak terkena longsor sama sekali.

“Lah mereka ini malah dari awal kejadian (longsor) langsung ngontrak, rumah ini kosong karena saking takutnya ada longsor susulan,” kata Suryani.

Saat ini, Suryani mengaku keluarga Ade Prabowo yang menjadi korban longsor telah mengungi di rumah sanak saudara di bilangan Ciganjur, Jakarta Selatan.

“Yang meninggal itu kan Amelia (27), nah si ibunya ini ngungsi di rumah Amelia itu, karena saat kejadian Amelia di sini lagi nginep, main ceritanya,” papar Suryani.

Sementara itu, Ruyanto (48) yang tak lain merupakan suami Suryani mengatakan, dari penuturan keluarganya, diketahui korban yang rumahnya hancur akibat longsor minta untuk di relokasi rumahnya.

“Penginnya sih dipindah biar rumah yang ini dirapihkan, dibangun turap biar enggak kejadian (longsor) lagi,” kata Ruyanto.

Namun hingga kini, keluarga Ade masih menunggu penanganan selanjutnya yang akan dilakukan Pemkot Depok terhadap kejadian yang menimpa saudaranya itu.

Pasca kejadian, hingga kini, Ruyanto mengaku sudah banyak pihak yang membantu menyumbang keluarga korban.

“Dengar-dengar sih katanya dari Pemkot Depok juga kasih bantuan Rp 10 juta,” kata Ruyanto.

Meski belum adanya perbaikan, saat ditanya apakah dirinya dan keluarga juga akan memilih pindah dari lingkungan tersebut, Ruyanto mengaku tak mau pindah.

“Kalau saya sih maunya tetap di sini, makanya itu saya minta Pemkot segera bangun turap biar saya dan warga di sini juga jadi merasa aman, enggak was-was terus,” kata Ruyanto.

Minta segera diperbaiki

Warga korban tebing longsor pun adalah meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk segera memperbaiki tebing yang longsor dan menimpa rumah seorang warga di daerah tersebut.

Sebab, hingga kini, kondisi rumah yang hancur berantakan akibat musibah longsor yang terjadi pada Rabu (1/1/2020) adalah masih dibiarkan begitu saja tanpa adanya pembenahan atau perbaikin sama sekali.

Pantauan Wartakotalive.com, hanya terdapat garis polisi yang membentang lunglai di depan pintu masuk rumah milik Ade Istakori (49) itu.

“Jangan cuma datang (kunjungan) saja, tapi di benerin juga lah. Kemarin sudah banyak yang datang (pejabat) tapi cuma ngecek saja,” kata Suryani (44) kepada Warta Kota di rumahnya yang berjarak dua rumah dari lokasi longsor, Selasa (7/1/2020).

Apalagi, kata Suryani, saat ini hujan masih terus turun deras.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved