Rabu, 20 Mei 2026

Banjir Jakarta

Menkes Terawan Agus Putranto Imbau Masyarakat Waspada Penyakit Pasca Banjir

Walau banjir di Jabodetabek surut, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto imbau masyarakat tetap waspada, yakni penyakit pasca banjir.

Tayang:
Penulis: Apfia Tioconny Billy | Editor: PanjiBaskhara
Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy
Walau banjir di Jabodetabek surut, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto imbau masyarakat tetap waspada, yakni penyakit pasca banjir., Jumat (3/1/2020). 

Walau banjir di Jabodetabek surut, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto imbau masyarakat tetap waspada.

Hal patut diwaspadai, papar Terawan Agus Putranto, masyarakat harus waspada beragam penyakit pasca banjir.

Berikut, penjelasan Menkes Terawan Agus Putranto terkait masyarakat waspada penyakit pasca bencana banjir.

Ia menyebutkan penyakit pasca banjir biasanya soal lingkungan kotor seperti leptospirosis, yang disebabkan oleh kencing tikus yang terdapat pada air banjir.

BANYAK Bangkai Tikus dan Lingkungan Kotor, Menkes Terawan Ingatkan Soal Penyakit Pascabanjir

VIDEO: Korban Banjir Pondok Gede Permai Mulai Terserang Penyakit

Ratusan Pengungsi Warga Perum PGP Bekasi Mulai Terserang Penyakit, Rata-rata Gata-gatal dan Diare

“Kemarin (saat peninjauan korban banjir) kita lihat banyak bangkai tikus, waduh berarti air bersih yang harus segera di sediakan karena sumur kan pada tenggelam,” kata Terawan di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Jumat (3/1/2020).

Penyakit karena kencing tikus ini bisa mengakibatkan masalah pernafasan seperti batuk, masalah pencernaan, nyeri otot, iritasi, hingga sakit kepala.

Menkes Terawan pun mengimbau agar saat membersihkan bekas banjir masyarakat tetap proteksi diri dengan rajin mencuci tangan dengan air bersih dan memakai alas kaki.

“Kita ajarkan tentang cuci tangan pakai alas kaki, supaya kalau ada yang lecet tidak masuk dari situ (kencing tikusnya) karena dia bisa masuk dari pori-pori, mata konjungtiva (selaput lendir) dan sebagainya,” tutur Terawan.

Selain akibat kencing tikus, Menkes Terawan juga mengingatkan tentanh ancaman penyakit diare yang juga bisa dicegah dengan memperhatikan kebersihan diri dan makanan.

“Hipotermia (kedinginan) sudah lewat,sekarang ancaman soal diare dan soal leptospirosis dan itu terus kita akan gaungkan"

"Cara-cara mencegah terjadinya penyakit yang ada di itu ya,” pungkas Menkes Terawan.

Korban Banjir Pondok Gede Terserang Penyakit

Ratusan warga Perumahan Pondok Gede Permai (PGP) Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi mengungsi di gudang logistik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada Kamis (2/1/2020) malam.

Lokasi pengungsian tak jauh dari lokasi perumahan tersebut.

Pantauan Wartakotalive.com, nampak sejumlah warga sedang tidur beralaskan tikar maupun velbed.

Beragam aktivitas terlihat di lokasi pengungsian, mulai ada yang masih berbincang satu sama lain, makan, hingga tengah melakukan pemeriksaan kesehatan.

Yanti (38) seorang pengungsi mengaku semua fasilitas tersedia lengkap di lokasi pengusian ini. Mulai tempat tidur, selimut, makanan maupun obat-obatan.

Akan tetapi satu hal kekurangannya ialah kebutuhan air bersih dam lokasi MCK yang tidak memadai.

"Syukur semua lengkap fasilitasnya, kita ditangani dengan baik. Tapi ya itu saya mau buang air besar susah. Mau pipis aja susah, kamar mandi cuman sedikit dan minim airnya," kata dia.

Ia berharap agar pemerintah segera mendirikan MCK sehingga warga tak kesulitan untuk mandi maupun buang air besar.

"Susah kalau engga ada air, mau mandi airnya sedikit dan ngantre,"kata dia.

Kasie Pemantanan Evaluasi Sumber Daya Darurat BPNP, Asep Supriyatna mengatakan total warga yang mengungsi ada 200 jiwa atau 66 Kartu Keluarga (KK).

"Berdasarkan data terakhir ada 200 jiwa, ada penambahan atau tidak nanti kita update lagi," kata Asep.

Asep menerangkan selama ini sudah ada 100 orang yang melakukan pemeriksaan dan dilakukan penanganan tim medis.
Mereka rata-rata mengeluhkan gatal-gatal hingga diare.

"Ada 100 warga yang berobat, rata-rata penyakitnya gatal-gatal dan diare. Untuk penyakit berat langsung kita teruskan ke rumah sakit," ucap dia.

Ia menjamin untuk kebutuhan logistik makanan dan obat-obatan tercukup. Sebab, banyak sekali bantuan yang didapatkan, mulai dari pemerintah daerah, pusat, maupun swasta.

"Logistik makanan dan obat-obatan saya pastikan mencukupi. Dokter dan perawat dari Puskesmas Jatiasih juga siaga berikan obat dan pemeriksaan," ujarnya.

Kebutuhan air bersih dan MCK sangat dibutuhkan di lokasi pengungsian ini. Pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah maupun pusat agar memenuhi kebutuhan tersebut.

"Kebutuhan air bersih dan MCK ini memang mendesak. Ini kan baru hari kedua jadi apa-apa saja yang kurang kita sudah sampai ke pihak terkait," kata dia.

Sulitnya air bersih untuk mandi dan buang air disebabkan aliran listrik di lokasi ini padam.

"Kendalnya kan listrik padam, jadi air susah. Ini kita pakai genset sehingga air terbatas," ucap dia.

Air bersih juga sangat dibutuhkan untuk proses pembersihan rumah-rumah yang penuh lumpur pasca dilanda banjir pada Rabu (1/1/2020).

"Kondisi sendiri banjir sudah surut, kita fokus pemberishan lingkungan dan rumah warga yang masih ada sisa lumpur dan material bangunan yang rusak," papar dia. (MAZ)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved