Jumat, 10 April 2026

Banjir Jakarta

BNPB: 30.000 Warga Ibu Kota Terdampak Banjir

Hingga Rabu, 1 Januari 2020 tengah malam kemarin, pihaknya mencatat ada puluhan ribu warga Ibu Kota yang terdampak banjir.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Murtopo
Warta Kota/adhy kelana
MASIH TERGENAN AIR--Banjir masih mengenang di kawasan Cililitan Kecil, Jakarta Selatan, Kamis (2/1/2020). Warga harus membersikan linggungannya dari sisa banjir akibat meluapnya kali Ciluwung. Belum ada petugas yang datang untuk memberikan bantuan membersihkan lumpur dan sampah. kla 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Rangga Baskoro

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jendral Doni Monardo menyatakan, hingga Rabu, 1 Januari 2020 tengah malam kemarin, pihaknya mencatat ada puluhan ribu warga Ibu Kota yang terdampak banjir.

Hal itu dikatakan Doni saat menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah pihak terkait kejadian banjir di beberapa wilayah Jabodetabek pada awal tahun baru 2020 kemarin.

Rapat tersebut juga dihadiri Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dan sejumlah perwakilan pemerintah pusat hingga daerah.

“Bapak ibu sekalian yang perlu kita ketahui sekarang apa yang harus kita kerjakan, karena jumlah pengungsi semakin banyak sampai dengan sekitar pukul 12.00 (malam) untuk DKI saja sudah sampai lebih dari 30.000 orang. Mungkin pagi ini dua kali lipat,” ucapnya di kantor BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (2/1/2020).

Tidak Ada Posko Kesehatan di Pengungsian di Kembangan Utara, Ini Kata Camat dan Kasudin

Rapat koordinasi di Kantor BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (2/1/2020).
Rapat koordinasi di Kantor BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (2/1/2020). (Wartakotalive.com/Rangga Baskoro)

Doni mengatakan rapat koordinasi sangat dibutuhkan untuk melakukan koordinasi secara menyeluruh guna melakukan penanganan terhadap korban banjir di Jakarta dan sekitarnya.

Hasil rapat koordinasi ini diharapkan bisa mengusulkan sebuah gagasan dalam memberikan upaya penanganan untuk korban-korban banjir saat ini.

“Karenanya pertemuan ini kita fokuskan nanti untuk mengurus para pengungsi, kedua para korban yang terjadi luka-luka, termasuk mereka yang mengalami masalah kesulitan listrik, air bersih,” katanya lagi.

Sementara itu, Kapusdatinkom BNPB, Agus Wibowo menjelaskan hingga pagi tadi, terdapat sebanyak 169 titik banjir di seputar Jabodetabek.

Bencana Alam Tewaskan 16 Warga Kabupaten Bogor

Setelah melakukan penelitian, titik banjir terbanyak tercatat bukan berada di Jakarta, melainkan Jawa Barat, yakni sebanyak sebanyak 97 titik.

"Pantauan BNPB menunjukkan ada 169 titik banjir di seluruh wilayah Jabodetabek dan Banten. Titik banjir terbanyak berada di Provinsi Jawa Barat 97 titik," katanya.

Ibu Kota jadi Provinsi kedua yang titik banjirnya terbanyak dengan 63 titik banjir. Sedangkan wilayah Jakarta Selatan tercatat sebagai wilayah yang paling banyak titik banjirnya, yakni 39 titik.

Bencana Awal Tahun, BNPB Sebut 16 Orang Meninggal saat Banjir Melanda Jabodetabek

Sedangkan titik banjir di Bekasi tercatat sebanyak 53 titik. Terdapat di wilayah Perum Beta Lestari, Jatirasa, Jatiasih dan Kota Bekasi. Dari 53 titik, 49 di antaranya memiliki kedalaman 1-2 meter.

"Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa wilayah yang paling terdampak banjir adalah Kota Bekasi 53 titik, Jakarta Selatan 39 titik, Kabupaten Bekasi 32 titik dan Jakarta Timur 13 titik," katanya.

Sedangkan Provinsi Banten hanya terdapat sembilan titik banjir saja. (abs)

Ratusan Pengungsi Warga Perum PGP Bekasi Mulai Terserang Penyakit, Rata-rata Gata-gatal dan Diare

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved