Banjir Tahun Baru
Komisi VIII DPR Sambangi Korban Banjir dan Longsor Solok Selatan
Komisi VIII DPR Sambangi Korban Banjir dan Longsor Solok Selatan. Simak selengkapnya dalam berita ini.
ANGGOTA Komisi VIII DPR RI Lisda Hendrajoni menyambangi korban banjir dan longsor yang melanda empat kecamatan di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Selatan.
Dalam kunjungannya, politisi Parta NasDem ini sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga yang tertimpa musibah banjir dan longsor.
“Bencana melanda 15 nagari di empat kecamatan dan berdampak kepada 6.677 jiwa dari 1.774 kepala keluarga,” terang Lisda, Kamis (2/1/2020).
• Tantangan Lionel Messi di Tahun Baru 2020
Kerugian terbesar, lanjutnya, di Kecamatan Sangir Batang Hari karena terdapat dua jembatan putus, enam rumah hanyut dan berbagai fasilitas umum rusak.
Menurutnya, 116 jiwa dari 38 kepala keluarga terpaksa mengungsi karena rumahnya hancur dan sudah rusak hingga berbahaya kalau ditempati.
Istri Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni ini menambahkan, banjir melanda Kecamatan Sungai Pagu tujuh nagari (desa adat), Koto Parik Gadang Diateh empat nagari, Sangir Batang Hari tiga nagari, dan di Pauh Duo satu nagari.
• Ketua Jalasenastri Korcab Pasmar 1 Kunjungi Rumah Prajurit Terdampak Banjir
Akibat banjir tersebut 1.697 rumah terendam dan 66 unit diantaranya dilaporkan rusak dengan rincian 24 unit rusak berat, 38 unit rusak ringan, dan empat unit rusak ringan.
Bencana banjir dan longsor juga merusak empat jembatan, satu jaringan Pamsimas, satu Base Transceiver Station (BTS), jaringan PDAM, dan sejumlah ruas jalan.
“Selain itu, fasilitas umum juga ikut terendam seperti sekolah tujuh unit, masjid lima, Puskesmas satu unit dan satu pustu,” paparnya.
Tak hanya di Solok Selatan Sumatera Barat. Lisda juga prihatin dengan bencana banjir yang melanda sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Jakarta, Tangerang, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.
• VIDEO: Banjir Surut, Warga Perum Pondok Gede Permai Mulai Bersih-bersih
Karenanya, Lisda meminta kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Sosial (Kemensos) perlu berkoordinasi dengan jajarannya di daerah dan juga pemerintah daerah (pemda) dalam menangani korban terdampak.
“Saya mendesak kepada BNPB, Kementerian Sosial, BPBD dan Dinas Sosial di masing-masing daerah untuk siap siaga menghadapi banjir yang hampir merata di berbagai daerah,” tegasnya.
• Angga Dwimas Sasongko Tidak Menduga Tiket Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Terjual Habis
Menurut Lisda, jajaran BNPB dan Kemensos beserta pihak terkait lainnya perlu meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi bencana, terutama banjir yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih akan terjadi karena tingginya curah hujan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/lisda-banjir.jpg)