Breaking News:

Kesehatan

Puteri Komarudin Ungkap Kondisi Terkini Ayahnya yang Mantan Ketua DPR Tubuh Bagian Kiri Lumpuh Total

Kondisi mengenaskan dialami oleh mantan Ketua DPR dari Fraksi Partai Golkar adalah Ade Komarudin atau Akom.

Warta Kota
Ilustrasi. Ade Komarudin 

Baca: Dianggap Pembodohan Publik, LSM Ini Siap Laporkan Kasus Bayi Ajaib ke Polisi

Penerimaan uang tersebut sudah muncul sejak dakwaan Irman dan Sugiharto. Saat diperiksa di persidangan, politikus Partai Golkar itu membantah telah menerimanya.

"Saya tidak pernah meminta apapun dari Pak Irman. Kedua, bahwa saya sama sekali tidak ada kaitan dengan masalah e-KTP ini, terutama dari mulai perencanaan apalagi pelaksanaan, tidak menerima," kata Ade Komarudin di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (6/4/2017) lalu.

Sebelumnya, diungkap bahwa Ade Komarudin tidak memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam penyidikan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan Kartu Tanda Penduduk berbasis Nomor Induk Kependudukan secara nasional (KTP-e).

KPK pada Selasa (20/6/2017) dijadwalkan memeriksa Ade Komarudin sebagai saksi untuk tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong.

"Saksi Ade Komarudin tidak hadir hari ini, pemeriksaan akan dijadwalkan ulang. Kami belum dapat informasi kapan penjadwalan ulang tersebut," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Selasa.

Terkait pemeriksaan terhadap Ade Komarudin kali ini, kata Febri, tentu KPK akan melihat peran dari saksi dan posisi saksi ketika proyek KTP-e itu dibahas atau pun menggali informasi pada saat proses pengadaan KTP-e.

Baca: Kapolri : Upaya Paksa Penangkapan Hanya Bisa Dilakukan untuk Keperluan Peradilan

Sementara soal apakah KPK juga mendalami soal dugaan aliran dana pengadaan KTP-e ke Ade Komarudin senilai 100 ribu dolar AS, Febri menyatakan KPK juga akan mendalaminya lebih lanjut.

"Indikasi aliran dana pada sejumlah pihak kami sudah sebutkan di dakwaan dua terdakwa, tentu masih terus kami dalami lebih lanjut, tidak hanya ke orang-orang tertentu tetapi untuk semua pihak yang diduga menikmati aliran dana KTP-e," ucap Febri.

Halaman
1234
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved