Kasus Narkoba

Polres Jaksel Terbanyak Ungkap Kasus Peredaran dan Penyalahgunaan Narkotika di 2019

Polda Metro Jaya merilis hasil pengungkapan kasus peredaran serta penyalahgunaan narkotika di lingkup DKI Jakarta selama masa kerja tahun 2019.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Hertanto Soebijoto
Warta Kota/Rizki Amana
Barang bukti dan tersangka kasus peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Polda Metor Jaya merilis hasil pengungkapan kasus peredaran serta penyalahgunaan narkotika di lingkup Provinsi DKI Jakarta selama masa kerja tahun 2019, Jumat (27/12/2019). 

Polda Metro Jaya merilis hasil pengungkapan kasus peredaran serta penyalahgunaan narkotika di lingkup Provinsi DKI Jakarta selama masa kerja tahun 2019.

Kapolda Metro Jaya, Komisaris Jenderal Polisi Gatot Eddy Pramono mengatakan, terhitung sejak bulan November hingga Desember 2019, Polres Metro Jakarta Selatan menjadi jajaran Polda Metro yang teraktif dalam pengungkapan kasus peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayahnya.

"Saya membatasi dari bulan November sampai dengan Desember pengungkapan ini banyak diungkap, pertama Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, kemudian Polres Jaksel, satu lagi Polres Kabupaten Bekasi," ucap Gatot di Gedung Polda Metro, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (27/12/2019).

Gatot menuturkan, dalam tiga bulan kurun waktu tersebut pihaknya telah mampu mengamankan berbagai jenis narkotika dengan jumlah yang beragam.

 MAHFUD MD ke Dubes China: Soal Uighur Mengganggu Umat Islam di Indonesia

 Curhat Pramugari Sisi Asih Korban Selir Eks Dirut Garuda: Aku Cuma Ingin Menyelamatkan Profesiku

 Menikah 30 Tahun Punya Anak dan Cucu, Baru Tahu Kalau Mereka Saudara Kandung

 Hari Ini Pemenang Desain Ibu Kota Baru Diumumkan, Hadiah Juara Pertama Rp 2 Miliar

Dari berbagai jenis narkotika yang berhasil diungkap pihaknya, peredaran narkotika jenis Ganja menjadi yang terbanyak semasa pengungkapan kasus yang dilakukan PMJ beserta jajarannya.

"Kalau kita lihat secara keseluruhan hasilnya ganja sebanyak 746,87 kg, shabu 26,28 kg, ekstasi 6.528 butir, heroin 4,5 KG. Kemudian ada happyfive sebanyak 704 butir," jelasnya.

Adapun satu jenis narkotika jenis heroin masih dalam pendalaman oleh Direktorat Narkoba PMJ.

Sebab, peredaran heroin telah marak di kawasan Ibu Kota Jakarta.

 VIRAL Video Pria Alami Stroke Dianiaya Wanita dengan Tongkat, Pelaku Diduga Gangguan Jiwa

"Heroin ini cukup besar, ini kita lagi dalami jaringannya," tandasya. (m23)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved