Persita
Kisah M Toha yang Rela Tinggalkan Satpol PP untuk Gabung ke Persita dan Lolos Promosi ke Liga 1
M.Toha membagikan kisahnya yang rela mengambil risiko untuk memilih Persita dan ikut seleksi pada tahun 2017 lalu.
Penulis: RafzanjaniSimanjorang | Editor: Murtopo
Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COM
Rafsanzani Simanjorang
Muhammad Toha merupakan bek kanan andalan Persita Tangerang di kompetisi liga 2 Indonesia musim 2019.
Bahkan pemain berusia 22 tahun asal Bontang, Kalimantan Timur ini menjadi pemain dengan jumlah pertandingan terbanyak di Persita yakni 27 pertandingan.
Selidik punya selidik, ternyata Muhammad Toha atau sering dipanggil M.Toha memulai karirnya di Persita lewat jalur seleksi.
Hal ini dikatakan langsung oleh M.Toha saat ditemui oleh Warta Kota di kediaman mes pemain Persita, di Jalan Kelapa Dua Raya Nomor 93, Kecamatan Kelapa Dua, Tangerang, Banten.
M.Toha membagikan kisahnya yang rela mengambil risiko untuk memilih Persita dan ikut seleksi pada tahun 2017 lalu.
"Saya memilih Persita karena tim ini adalah tim besar dulunya. Dan ketika saya mendengar Persita membuka seleksi, saya pun langsung datang dan mengikuti seleksi. Saya tahu bahwa ini masih tim yang punya nama besar,"ujar M.Toha kepada Warta Kota, Sabtu malam (21/12/2019).
• Tutup Musim 2019, Persita Tangerang Mulai Persiapan Tampil di Liga 1 pada Januari 2020
Ia mengaku rela datang dari Bontang ke Tangerang demi seleksi masuk Persita, walaupun pada masa itu dirinya ditawari bergabung dengan salah satu klub asal Kalimantan Timur lainnya serta salah satu klub asal Medan (Pro Duta).
Ia mengaku punya hasrat untuk menjajal sepakbola di luar pulau Kalimantan.
"Tahun 2017 lalu saya ikut seleksi dan saya merasa canggung karena tidak mengenal satu orang pun saat itu. Saya datang seleksi atas dasar ada info pembukaan seleksi, bukan karena dipanggil untuk seleksi, jadi saya coba,"terangnya.
Lalu dirinya menjelaskan bahwa saat seleksi dua tahun silam, ia menggunakan dana sendiri dan rela mengambil resiko.
• Persita Tangerang Incar Sylvanus Comvalius, Apa Kata Widodo C Putro?
"Saya sudah perhitungkan dulunya, bila saya hanya bekerja dan sebagai pekerja, dibandingkan saya mencoba keluar dan berhasil maka hasilnya akan berbeda," terangnya.
Ia lantas mengaku pada saat itu, ia bekerja sebagai satpol PP. Ada pun memilih menjadi satpol PP karena pada masa itu, PSSI masih dalam keadaan vakum.
"Saya dulu jadi satpol PP karena PSSI lagi vakum. Namun saat ini berhenti dulu ,"terangnya.
Mengikuti proses seleksi, dirinya mengaku mengerahkan semua kemampuannya agar dilirik oleh pelatih.