Berita Video
VIDEO: IPB Buka Jalur Masuk Khusus Mantan Ketua Osis
"Saya kira di era sekarang ini, negara-neara di manapun sudah mengidentifikasi soft skill-soft skill apa yang diperlukan di era perubahan yang penuh k
Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Ahmad Sabran
Sejak penerimaan masuk mahasiswa baru, Institut Pertanian Bogor telah memberikan jalur khusus bagi siswa atau siswi yang memiliki pengalaman sebagai Ketua Osis.
Rektor IPB, Prof. Dr. Arif Satria mengatakan, penghususan ini didasari dari keinginan pihaknya untuk mencari bibit-bibit unggul para calon pemimpin ke depannya.
"Saya kira di era sekarang ini, negara-neara di manapun sudah mengidentifikasi soft skill-soft skill apa yang diperlukan di era perubahan yang penuh ketidak pastian ini," kata Arif seusai mengisi materi dalam seminar HR Leader As a Strategic Business Partnet di Learning Center BPJamsostek, Jalan Dadali, Bogor, Selasa (17/12/2019).
Arif menyontohkan beberapa negara yang telah menerapkan sistem pendidikan tertentu seperti Jepang yang menjadikan komunikasi dan kolaborasi sebagai landasannya.
Sementara Australia membidik Critical Thinking, Adaptibility, serta Flexibility sebagai bekal dalam sistem pembelajarannya dalam mencetak karakter yang siap mengadu nasib selepas lulus dari perguruan tinggi.
"Nah, kita harus mampu menyiapkan orang-orang dengan soft skill seperti itu, sekaligus bisa menyiapkan bagaimana mereka itu menjadi trendsetter perubahan," tutur Arif.
Alasannya, kata Arif, seorang pemimpin adalah mereka yang bisa diikuti, bukan mengikuti.
"Karena leadership is about influence, kalau dia bisa memengaruhi banyak orang, dia bisa jadi trendsetter," papar Arif.
Itu sebabnya, dengan sosok teknokrat dan social preneur yang dimiliki alumni IPB, maka diharapkan almunus tersebut bisa menjadi trendsetter perubahan karena memiliki kreatifitas tinggi.
Menurut Arif, mereka yang bisa seperti itu adalahmereka yang memiliki latar belakang keahlian ringan yakni yang sudah terbiasa berorganisasi.
Salah satunya dengan menyandang jabatan sebagai ketua osis.
Terkait IPB yang memberikan jalur khusus bagi ketua osis yakni dengan menyiapkan 5 persen dari keseluruhan kursi dalam penerimaan mahasiswa baru.
Arif mengaku hal itu sebagai strategis khusus IPB dalam mendapatkan bibit-bibit unggul dalam melahirkan seorang calon pemimpin di masa depan.
"Meskipun nilainya tidak terlalu canggih taoi dia akan menjadi leader, jadi, sekarang kita harapkan mereka bisa masuk IPB, kemudian kita bina," kata Arif.
Pembinaan ini berlangsung setelah mahasiswa telah menyelesaikan semester dua atau tepat pada semester tiga lah mereka mulai dilakukan pembekalan khusus terkait kepemimpinan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ketua-dewas-bpjamsostek-guntur-witjaksono.jpg)