Fenomena Alam

Meski Berukuran Kecil, Bisa Anak Ular Kobra Berbahaya Bagi Manusia

fenomena penemuan anak ular kobra jelang musim hujan merupakan siklus perkembangbiakan hewan yang bernama latin Naja Sputarix tersebut.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dian Anditya Mutiara
Warta Kota/Rangga Baskoro
Ilustrasi proses evakuasi anak ular kobran oleh Suku Dinas Penanggulangan, Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur. 

Beberapa wilayah di seputar Depok, Bekasi dan Jakarta Timur di gemparkan dengan sering ditemukannya puluhan anak ular kobra di permukiman warga.

Meski belum ada korban jiwa, tentunya fenomena ini patut diwaspadai.

Baru-baru ini Suku Dinas Penanggulangan, Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur sering mendapatkan laporan mengenai permintaan evakuasi anak ular kobra yang meresahkan warga.

Peneliti Reptil dari Pusat Penelitian Biologi LIPI Amir Hamidy menjelaskan fenomena penemuan anak ular kobra jelang musim hujan merupakan siklus perkembangbiakan hewan yang bernama latin Naja Sputarix tersebut.

“Awal musim penghujan adalah waktu menetasnya telur ular. Fenomena ini wajar, dan merupakan siklus alami,” ungkap Amir saat dikonfirmasi, Jumat (13/12/2019).

RSUD Kota Depok Siapkan Vaksin Anti Bisa Ular Gratis untuk Menangani Patukan Ular Kobra yang Berbisa

Amir melanjutkan, ular kobra melumpuhkan mangsanya dengan cara menggigit dan menyuntikkan bisa pada hewan tangkapan melalui taringnya.

Bisa tersebut melumpuhkan saraf dan otot mangsa hanya dalam beberapa menit saja meski melalui gigitan anak kobra yang baru lahir beberapa minggu.

“Meskipun masih bayi, ular kobra sudah memiliki kelenjar bisa yang mampu menghasilkan bisa dan berbahaya bagi manusia,” katanya.

Korban yang terkena gigitan anak ular kobra disarankan untuk langsung menghubungi fasilitas kesehatan terdekat guna menghindari hal yang tidak diinginkan.

“Jika terjadi kasus gigitan ular kobra, maka penanganannya dapat mengikuti petunjuk terbaru dari WHO tentang Managemen Kasus Gigitan Ular," tutur Amir.

"Antibisa kobra Jawa sudah tersedia di Indonesia, sehingga masyarakat dapat memastikan ketersediaan tersebut dengan mengetahui letak rumah sakit terdekat yang memiliki stok antibisa,” imbuhnya.

Sebagai informasi, khusus bagi masyarakat yang tinggal di Jakarta Timur, penanganan evakuasi ular kobra bisa dilakukan dengan cara menguhubungi Suku Dinas Penanggulanan, Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur di nomor WhatsApp 0822 9797 0113 atau 112 dan 021 8590 4904. 

Mengenal Ular Kobra

Peneliti reptil dari Pusat Penelitian Biologi LIPI Amir Hamidy mengatakan ular kobra atau disebut juga ular sendok adalah jenis ular berbisa dari suku Elapidae.

Disebut ular sendok karena ular ini dapat menegakkan dan memipihkan lehernya, melengkung menyerupai sendok, apabila merasa terganggu atau merasa terancam oleh musuhnya. Ular ini juga memiliki kemampuan meyemprotkan bisa (venom). 

Petugas rescue Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi melakukan evaluasi induk ular kobra di Kampung Poncol Jaya RT 04 RW 19 Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, pada Kamis (12/12/2019).
Petugas rescue Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi melakukan evaluasi induk ular kobra di Kampung Poncol Jaya RT 04 RW 19 Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, pada Kamis (12/12/2019). (Warta Kota/Muhammad Azzam)
Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved