Tangerang
Anak Punk Diamankan di Tangerang Diberdayakan untuk Berdagang
Satpol PP Kota Tangerang kerap merazia sejumlah anak punk dan anak jalanan. Mereka diamankan petugas lantaran meresahkan pengguna jalan.
Satpol PP Kota Tangerang kerap melakukan razia terhadap sejumlah anak punk dan anak jalanan. Mereka diamankan petugas lantaran meresahkan pengguna jalan.
Para anak punk yang diamankan itu dibina oleh Dinas Sosial Kota Tangerang.
Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang, Suli Rosadi menjelaskan pembinaan ini dilakukan untuk mengubah perilaku kehidupan anak punk tersebut.
Menurutnya orang - orang ini kerap memaksa pengguna jalan saat sedang mengamen. Bahkan mereka tak tanggung - tanggung untuk melakukan kekerasan jika tidak diberi uang.
"Oleh karena itu kami bina dan diberikan pelatihan untuk berdagang," ujar Suli kepada Warta Kota di Kantor Dinas Sosial Kota Tangerang, Jumat (13/12/2019).
• BREAKING NEWS: Mantan Model Cantik Asal Malaysia Diringkus Polisi Indonesia, Ini Penyebabnya
• Heboh, Surat Edaran Ketua RT Pademangan Barat Minta Sumbangan Rp 350 Juta untuk Mantan Ketua RW
• INI Pidato Politik Pertama Gibran Sebelum Daftar Jadi Calon Wali Kota Solo, Tekankan Kata Melompat
• NAMA-nama Calon Anggota Dewan Pengawas KPK Beredar di WhatsApp, Ada Politikus Hingga Wartawan
Suli menyebut para anak punk dan anak jalanan yang diamankan dilatih untuk membuat olahan makanan. Kemudian hasilnya dijual ke masyarakat untuk kehidupan mereka agar lebih mandiri.
"Kami beri modal. Dari bahan baku sampai pembuatan gerobak untuk berdagang," ucapnya.
Mereka nantinya berjualan fried chicken dan sop buah. Ditempatkan di titik - titik ramai pengunjung.
"Pelatihan kami gelar tiga hari. Selain dilatih dan dibina, mereka juga mendapatkan pemahaman religius," kata Suli.
Hal itu dilakukan untuk mempertebal iman dari anak - anak punk ini. Sebab jika mereka yakin dengan usahanya, tidak mungkin lagi untuk turun ke jalan.
• TERUNGKAP, Model Cantik yang Selundupkan Sabu Ternyata WNI yang Jadi Selebritas di Malaysia
Heri (18) satu dari anak punk mengaku berniat untuk merubah hidupnya. Tubuhnya yang penuh tatto itu ingin memanfaatkan kesempatan ini agar hidup lebih baik.
"Daripada ngamen, mendingan begini dimodalin untuk jualan. Lumayan hasilnya buat kehidupan sehari - hari. Insya Allah tobat, janji enggak nakal lagi," ungkap Heri. (dik)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/anak-punk-1312.jpg)