Kamis, 16 April 2026

Berita Internasional

Mak Comblang ISIS Diusir dari Turki, Diduga Rekrut Remaja Perempuan Jadi Pengantin

Wanita asal Perancis dideportasi dari Turki karena diduga menjadi mak comblang ISIS untuk wanita di Suriah

Kolase foto Twitterrojavaic/dailymail.co.uk
Tooba Gondal di kamp Ain Issa, Raqaa, Suriah awal tahun ini. Dia telah dideportasi dari Turki ke negara asalnya (kanan) foto kiri saat dia masih belum menjadi mak comblang ISIS 

SEORANG wanita Prancis dituduh sebagai mak comblang ISIS telah dideportasi dari Turki ke negara asalnya

Wanita bernama Tooba Gondal pindah ke London sebagai mahasiswa.

Sebelumnya bahkan mengklaim Gondal punya tempat tinggal permanen Inggris.

Namun Home Office mengeluarkan perintah dengan pengecualian pada November lalu untuk melarangnya kembali ke Inggris.

Ibu dua anak ini belajar di Universitas Goldsmith di London dan dituduh bertindak sebagai mak comblang ISIS, diduga mengatur pernikahan untuk anggota termasuk pengantin ISIS Shamima Begum.

Pengantin ISIS Shamima Ketakutan Dibunuh Teman Wanita yang Sakit Jiwa di Kamp Al-Roj

Deportasi adalah bagian dari dorongan pemerintah Turki untuk mengirim pejuang asing kembali ke negara asal mereka.

Gondal dideportasi bersama tiga wanita lain dan tujuh anak mereka.

Para wanita itu ditahan untuk diinterogasi hingga menghadapi tuduhan teror.

Sedangkan anak-anak mereka ditempatkan di panti asuhan.

Rekrut remaja perempuan 

Gondal  tinggal di Inggris sebelum bergabung dengan ISIS pada 2015.

Wanita ini diyakini telah merekrut remaja perempuan. Dia dilarang memasuki kembali Inggris.

Wanita berusia 25 tahun itu dituduh sebagai salah satu perekrut wanita terbaik ke jajaran ISIS.

Dikenal sebagai mak comblang ISIS, dia diduga mengatur pernikahan Shamima Begum yang melarikan diri dari rumahnya di Bethnal Green ke Suriah pada tahun 2015.

Wanita Yazidi Budak Seks ISIS Ditahan Sampai Kelaparan, Sampai Tak Sadar Makan Bayinya

Shamima Begum (kanan), remaja 20 tahun yang kabur dari Inggris demi bergabung dengan ISIS ketika diwawancarai oleh Sky News setelah melahirkan anak ketiganya di kamp pengungsi al-Hawl.
Shamima Begum (kanan), remaja 20 tahun yang kabur dari Inggris demi bergabung dengan ISIS ketika diwawancarai oleh Sky News setelah melahirkan anak ketiganya di kamp pengungsi al-Hawl. (Kompas.com via Sky News)

Pada bulan Oktober, Gondal menulis surat terbuka kepada Sunday Times dari kamp Ain Issa di Raqaa, Suriah utara.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved