BERITA VIDEO
VIDEO : Main Lenong, Erick Thohir Jadi Pedagang Bakso yang Bijaksana
Menteri BUMN Erick Thohir bersama Mendikbud Nadiem Makarim dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio beradu akting dengan komed
Menjawab pertanyaan dari siswa tersebut, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa kesadaran anti korupsi memang harus ditanamkan sejak dini. Pencegahan korupsi dapat ditempuh dengan upaya saling mengingatkan jika ada teman yang berupaya untuk melakukan tindak korupsi, kolusi, dan nepotisme.
“Tindak korupsi bermula dari hal kecil yang dapat berkembang kepada hal besar. Diingatkan secara bersama untuk tidak melakukannya,” pesan Presiden Joko Widodo.
Pada kesempatan yang sama, Muchlis R Luddin selaku Inspektur Jenderal Kemendikbud mengatakan bahwa kampanye penanaman budaya anti korupsi telah dilaksanakan sejak setahun yang lalu.
Ia mengungkapkan penanaman nilai anti korupsi terangkum dalam Kampanye Anak Anti Korupsi yang dilaksanakan sejak tahun 2018. “Kemendikbud secara serius menangani penanaman nilai anti korupsi sejak dini dan sudah setahun ini dikampanyekan melalui Kampanye Anak Anti Korupsi,” jelasnya.
Muchlis menambahkan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mengkaderisasi para siswa dengan pengetahuan tindak korupsi, kolusi, dan nepotisme dari hal terkecil hingga besar disertai dengan pencegahannya.
“Sekarang sudah hampir 1.000 anak di 34 provinsi dikaderisasi, dilatih dahulu tentang apa korupsi, kolusi, dan nepotisme dari hal kecil hingga besar, dan bagaimana pencegahannya,” terangnya.
Dilanjutkannya, kegiatan ini bersifat sukarela yaitu mengundang inisiatif dari para siswa untuk dapat berbagi kepada para siswa lainnya di sekolah. “Itu secara inisiatif dan sukarela, diharapkan dapat membangun kesadaran dan mengajak teman-teman lainnya di sekolah untuk melakukan kebiasaan baik yaitu budaya anti korupsi,” ujar Muchlis.
Drama pendek dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi yang berlangsung selama 20 menit tersebut memberikan pesan anti korupsi sejak dini, khususnya di lingkungan sekolah. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, dan Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Dhini Shanti Purwono turut hadir dalam acara tersebut.