Megawati: Di Timur Tengah Perangi ISIS, di Sini Malah Ada yang Mau Ganti Pancasila dengan Khilafah

Megawati Sukarnoputri kembali mengajak segelintir orang yang ingin mendirikan negara khilafah, untuk berdiskusi di DPR.

Megawati: Di Timur Tengah Perangi ISIS, di Sini Malah Ada yang Mau Ganti Pancasila dengan Khilafah
Warta Kota/Henry Lopulalan
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan sambutan ketika pembukaan pembekalan calon legislatif (caleg) DPR gelombang III di Kantor PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (15/11/2018). Megawati Soekarnoputri membuka pembekalan caleg gelombang terakhir yang diikuti ratusan kader serta menutup kader fungsional yang bertugas di kantor-kantor PDIP. 

PRESIDEN kelima Republik Indonesia Megawati Sukarnoputri kembali mengajak segelintir orang yang ingin mendirikan negara khilafah, untuk berdiskusi di DPR.

Hal itu ia katakan pada seminar Penguatan Wawasan Kebangsaan di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Utama, Kalibata, Jakarta Timur, Senin (9/12/2019).

Dirinya menyesalkan perbuatan oknum radikalisme yang ingin diakui keberadaannya justru dengan membuat kegaduhan di masyarakat, meneror pemerintahan, hingga merusak sarana-prasarana.

Novel Baswedan Ternyata Sempat Ingin Mundur Setelah Firli Bahuri Terpilih Jadi Ketua KPK

"Saya menghimbau kepada orang yang punya ide tentang khilafah itu, datang lah ke DPR, itu kan memang tempat buat rakyat menyampaikan suara."

"Jangan malah merusak tempat-tempat umum atau meneror sana sini," ucapnya saat memberikan paparan di depan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian Sosial.

Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu menegaskan, hanya ideologi Pancasila yang dapat menyatukan Bangsa Indonesia dari ujung Timur ke ujung Barat (Sabang sampai Merauke).

LIVE STREAMING Final Bulu Tangkis SEA Games 2019: Indonesia Berpeluang Tambah 3 Medali Emas

Putri Proklamator Indonesia Soekarno itu menuturkan, ideologi khilafah sudah banyak ditolak di negara Timur Tengah seperti Turki, Libya, dan Mesir.

"Negara-negara di Timur Tengah itu berperang dengan ISIS untuk menolak mereka di negaranya."

"Loh, kok di sini lucu, malah ada segelintir orang yang mau mengganti Pancasila yang sudah berhasil bertahun-tahun menyatukan perbedaan kita, digantikan dengan ideologi khilafah," tuturnya.

KPK Sarankan Pemerintah Perbaiki Sarana di Lapas Ketimbang Berikan Grasi kepada Koruptor

"Berapa orang yang akan dibunuh ketika radikalisme mulai beraksi lebih besar lagi di Indonesia?"

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved