Minggu, 26 April 2026

Dirut Garuda Dicopot

DIRUT Garuda Selundupkan Harley dan Brompton, Sri Mulyani: Kerugian Negara Capai Rp1.5 Miliar

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan perkembangan investigasi kasus penyelundupan motor gede (moge) Harley Davidson dan sepeda Brompton

KONTAN/Grace Olivia
Penjelasan dan gelar barang bukti oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir mengenai kasus moge Harley selundupan di pesawat Garuda Indonesia terbaru. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan perkembangan investigasi kasus penyelundupan motor gede (moge) Harley Davidson dan sepeda Brompton dalam penerbangan Garuda jenis Airbus A330-900. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC), ditemukan sebanyak 18 koli pada lambung pesawat (tempat bagasi penumpang) yang keseluruhannya memiliki claimtag sebagai bagasi penumpang. 

Dari 18 koli tersebut, sebanyak 15 koli berisi suku cadang motor gede Harley Davidson dengan kondisi terurai.

BREAKING NEWS: Menteri BUMN Erick Thohir Copot Dirut Garuda Ari Askhara, Selundupkan Harley Davidson

Sementara 3 koli lainnya berisi dua unit sepeda Brompton kondisi baru beserta aksesoris sepeda. 

Dari hasil penelusuran harga di pasaran, Sri Mulyani menyebut, perkiraan nilai motor Harley Davidson tersebut berkisar antara Rp 200 juta sampai dengan Rp 800 juta per unitnya. 

“Sehingga  perkiraan total kerugian negara berkisar antara Rp 532 juta sampai dengan Rp 1,5 miliar,” tutur Sri Mulyani. 

Sampai saat ini, Ditjen Bea Cukai terus meneliti lebih lanjut kasus penyelundupan moge dan sepeda tersebut.

Ini Dia Hewan Paling Berharga dan Tinggal Satu-satunya di Dunia, Dijaga Pasukan Militer Khusus

Pemeriksaan masih berlanjut terhadap nama yang tercantum dalam claim tag barang temuan, serta terhadap pihak ground handling di Bandara Soekarno-Hatta. 

“Saya telah perintahkan Bea Cukai dan jajarannya untuk tingkatkan pengawasan. Saya minta BC menyelesaikan seluruh kasus ini baik pemeriksaan dan penindakan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku,” tutur Sri Mulyani. 

Sementara itu, dalam kasus ini Menteri BUMN Erick Tohir telah memberhentikan Direktur Utama PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau akrab disapa Ari Askhara lantaran terbukti menyelundupkan onderdil Harley Davidson dalam penerbangan Garuda jenis Airbus A330-900 pada pertengahan November lalu. 

Erick mengatakan, ia telah menerima laporan dari Komite Audit dan menerima adanya kesaksian tambahan bahwa moge tersebut milik saudara AA dengan detail informasi sebagai berikut. 

“AA (Ari Askhara) memberi instruksi untuk mencari motor klasik Harley Davidson sejak tahun 2018. Adapun moge (yang ditemukan) tahun 70-an, motor klasik. Pembelian dilakukan pada April 2019 dengan proses transfer dilakukan ke rekening pribadi Finance Manager Garuda di Amsterdam yaitu IJ,” tutur Erick dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Kamis (5/12). 

Oleh karena itu, Erick menyatakan secara tegas akan memberhentikan Ari Askhara sesuai prosedur perusahaan yang merupakan perusahaan terbuka tersebut. 

“Saya sebagai Menteri BUMN akan memberhentikan saudara Dirut Ari Askhara dan kita akan terus melihat lagi oknum-oknum yang tersangkut dalam kasus ini,” tandas Erick.

Kasus ini bermula saat Bea dan Cukai menemukan onderdil motor Harley Davidson dan sepeda Brompton di dalam pesawat baru jenis Airbus A330-900 milik perusahaan maskapai Garuda. (Kontan.co.id/Grace Olivia)

penampakan Harley Davidson dan Sepeda Brompton ilegal diselundupkan dari Prancis yang melibatkan Ari Askhara Dirut Garuda.
penampakan Harley Davidson dan Sepeda Brompton ilegal diselundupkan dari Prancis yang melibatkan Ari Askhara Dirut Garuda. (Kolase Warta Kota/Kompas.com)

Profil Dirut Garuda Indonesia Ari Askhara

Inilah profil Dirut Garuda Indonesia Ari Askhara yang dipecat oleh Menteri BUMN Erick Thohir karena diduga terlibat penyelundupan HD dan Brompton.

Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara dipecat oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

Pemilik nama lengkap I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra diduga terlibat dalam penyelundupan sepeda mewah Brompton dan motor gede Harlev Davidson.

Inilah profil Ari Askhara  atau profil Dirut Garuda Indonesia.

I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra lahir di Jakarta, 13 Oktober 1971.

Ari Askhara lulusan sarajana ekonomi dari  Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Ari Askhara  kemudian mengambil gelar master (S2) di  Administrasi Bisnis International Finance Universitas Indonesia.

Beberapa jabatan strategis yang pernah ia emban sebelum menjadi Dirut Garuda Indonesia adalah sebagai berikut:

Direktur Utama, PT Pelindo III.

Direktur Keuangan, PT Pelindo III.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Direktur Human Capital dan Pengembangan Sistem, PT Wijaya Karya (Persero).

Menteri BUMN Pecat Dirut Garuda Indonesia

MENTERI BUMN Erick Thohir memberhentikan Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara.

I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara dinilai melakukan pelanggaran berat dengan memasukan sejumlah barang secara illegal ke Indonesia.

Barang yang dimasukkan secara illegal ke Indonesia itu adalah motor klasik tahun 1970an merek Harley Davidson.

Erick Thohir mengaku sangat sedih karena  praktik tidak baik di Garuda Indonesia, badan usaha milik negara (BUMN), dilakukan secara menyeluruh.

"Yang menyedihkan ini proses secara menyeluruh di dalam BUMN. Bukan hanya individu. Ini menyeluruh. Pasti Ibu (Menkeu) sangat sedih, ketika kita ingin angkat citra BUMN, bangun BUMN, tapi kalau oknum di dalam tidak siap, ini yang terjadi," ujar Erick Thohir.

 Serunya Brompton Day Out

Karena itu, lanjut Erick Thohir, "Saya selaku Menteri BUMN tentu akan memberhentikan Dirut Garuda."

Namun, kata Erick, proses pemberhentikan Dirut Garuda tidak bisa langsung dilakukan saat ini karena Garuda Indonesia adalah perusahaan terbuka.

Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara belum bisa dihubungi.

Penjelasan Menteri BUMN Klik Link Kompas Tv

Garuda Indonesia Bawa Harley Davidson Illegal

Sebelumnya diberitakan Kompas.com, Pesawat Airbus A330-900 milik Garuda Indonesia kedapatan membawa masuk onderdil motor Harley Davidson ilegal oleh petugas Bea dan Cukai.

Hal tersebut dibenarkan oleh Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan.

“Memang ada beberapa karyawan kita yang membawa onderdil (Harley Davidson ilegal) itu,” ujar Ikhsan kepada Kompas.com, Selasa (3/12/2019).

Petugas Bea dan Cukai mendapati barang-barang ilegal itu saat pesawat Airbus A330-900 yang dipesan oleh maskapai pelat merah tersebut tiba di Indonesia pada pertengahan November 2019 lalu.

Pesawat itu didatangkan dari Perancis. Baca juga: Di DPR, Erick Thohir Sentil Gaya Bisnis Garuda Indonesia Menurut Ikhsan, Garuda Indonesia siap menaati peraturan yang berlaku.

Termasuk membayar biaya impor barang-barang tersebut.

“Kalau misalnya diminta bayar (biaya impor) kita akan bayar. Kalau misalnya tetap dilarang akan kita kembalikan,” kata Ikhsan.

Ikhsan menambahkan, saat ini onderdil motor Harley Davidson tersebut masih ditahan oleh petugas Bea dan Cukai. “Saat ini onderdil-onderdil tersebut posisinya masih ditahan Bea Cukai. Biaya pajaknya sekitar Rp 50 jutaan,” ucap dia.

Penjelasan Menteri Keuangan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merespons terkait adanya penyelundupan onderdil motor Harley Davidson yang kini disita oleh petugas Bea dan Cukai.

Dia mengatakan, banyak kebijakan dari pemerintah untuk mempermudah dunia usaha dalam hal Bea Cukai.

Namun, masih saja ditemukan adanya penyelundupan meskipun pihak Bea dan Cukai telah meningkatkan kewaspadaannya.

"Sering kami sebagai pemerintah mendengar dari dunia usaha meminta suatu kemudahan. Dan kita memformulasikan policy kemudahan. Begitu kita buat kemudahan, ada saja penumpang gelapnya, menggunakan hal itu untuk berbuat penyelundupan. Dilema seperti ini selalu kita hadapi terus-menerus. Kita sudah melakukan tindakan tegas sekarang," ungkapnya ditemui di Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Atas kasus tersebut, pihaknya berencana bekerja sama dengan pemerintah Singapura untuk menekan adanya distribusi ilegal.

Sekaligus mengevaluasi ekspor dan impor Indonesia yang selalu timpang.

"Jadi teman-teman Bea dan Cukai sudah meningkatkan kemampuan mereka dan tentu bekerja sama dengan negara-negara lain terutama Singapura," ujarnya.

"Waktu kemarin saya ke sana, Menteri Keuangannya terus dan akan MoU atau kerja sama antara Bea Cukai Indonesia dengan Singapura sehingga barang yang keluar dari Singapura dan masuk ke kita menjadi lebih konsisten. Ini penting mengevaluasi ekspor dan impor. Sekaligus menekan ruang untuk terjadinya penyelundupan," tuturnya.

Lebih lanjut, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menjelaskan, walaupun otoritas Bea dan Cukai telah memudahkan kebijakan sekaligus meningkatkan kewaspadaan, tetap saja terjadi kebobolan.

Sebab, pihak penyelundup selalu berhasil mencari cara untuk menyelundupkan.

"Kalaupun kita melakukan ini, selalu saja akan ada cobaan untuk melakukan penyelundupan. Karena memang pekerjaan mereka menyeludup itu saja. Kalau perubahan policy kenaikan peningkatan kewaspadaan, mereka juga akan semakin canggih. Jadi kita akan terus menangani penanganan kita, intelijen kita," ucapnya.

Sri Mulyani menyebut, atas kejadian ini, Kementerian Keuangan tidak akan berhenti memperbaiki layanan.

"Karena ketakutan akan pelanggaran, kemudian semua ditetapkan sehingga masyarakat menjadi menderita dan dunia usaha, kan enggak boleh juga. Pelayanan tetap kita lakukan tetap kewaspadaan tetap kita tingkatkan," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cuka Heru Pambudi enggan berkomentar banyak terkait kasus penyelundupan yang dilakukan oleh karyawan maskapai Garuda Indonesia.

Dia menyebut, pihaknya akan menuntaskan masalah sitaan dalam waktu dua hari sejak disitanya pada pertengahan November 2019. "Kita sedang lakukan investigasi yang mendalam bersama-sama," katanya singkat.

Sebelumnya, petugas Bea dan Cukai mendapati barang-barang ilegal berupa onderdil motor Harley Davidson saat pesawat Airbus A330-900 yang dipesan oleh maskapai pelat merah tersebut tiba di Indonesia pada pertengahan November 2019.

Pesawat anyar itu didatangkan dari pabrikan Airbus di Perancis.

Ternyata, onderdil ini dibawa oleh karyawan Garuda Indonesia. Adapun nilai onderdil motor tersebut disebutkan sekitar Rp 50 juta untuk biaya pajaknya. (Kompas.com/Ade Miranti Karunia)

Artikel ini sebagiannya telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Kasus moge Harley selundupan, Sri Mulyani: Kerugian negara capai Rp 1,5 miliar

Sumber: Kontan
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved