Musik
Nyanyikan Linger, Mara Mengajak Pendengar Berani Melangkah Mengikuti Perasaan dan Jangan Hanya Diam
Mara dibesarkan di Melbourne, Australia, dan terekspos dengan banyak gaya musik populer kalangan anak-anak muda Negeri Kanguru tersebut.
Penulis: Irwan Wahyu Kintoko | Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Saat sedang ngopi, atau duduk di bar, atau di kereta, kemudian bertatapan mata dengan seseorang, pernahkah langsung merasakan sesuatu?
Sesaat kemudian ingin mengajak orang itu ngobrol, meski kemudian keinginan itu tidak tersampaikan.
Di kehidupan sehari-hari banyak kesempatan romansa yang sering terlewatkan karena rasa malu dan keraguan.
Mara, penyanyi kelahiran Jakarta, mencoba mengajak pendengarnya untuk lebih berani melangkah mengikuti perasaan.
Mara dibesarkan di Melbourne, Australia, dan terekspos dengan banyak gaya musik populer kalangan anak-anak muda Negeri Kanguru tersebut.
Ketika pulang ke Jakarta, Mara ingin membawa gaya-gaya musik kesukaannya saat merilis lagu Linger.
• Ketika Band Anak Muda Masa Kini Bermain Musik Diiringi Orkestrasi Gamelan di ROAR GAMA 4.0
• Anakku Lelaki Hoed dan Pria Bernama Hoed Ikuti Jejak Melly Goeslow dan Anto Hoed untuk Bermusik
Nuansa Linger memang upbeat. Nuansa tersebut dibuat Mara agar lewat perpaduan musik dan lirik, pendengar dapat terstimulasi menjadi lebih berani, sesuai intensi lagu yang dikarangnya sendiri ini.
Lirik Linger dimulai dengan paradoks, "I can't hear you, but I'm listening".
Metafora itu menandakan, untuk sungguh mendengar dan mengerti satu sama lain, terkadang kita tidak perlu memakai indra, tapi cukup menggunakan perasaan dan hal yang tidak terlihat kasat mata.
"Cinta tidak terbentuk oleh karena hal-hal tersebut," kata Mara, Senin (2/12/2019).
Lirik yang bersifat menggoda lalu menanyakan apakah orang yang dilihat ini merasakan hal yang sama, seakan menggundang kita untuk berdiri mendekatinya.
Materi Mini Album
"Rasa tertarik seperti ini universal," ujar Mara. "Mau laki-laki atau perempuan, asal manapun, pasti pernah naksir orang secara tidak direncanakan," lanjutnya.
Mara juga pernah merasakannya dan tidak berbuat apapun. "Makanya gue tulis lagu ini sebagai pengingat, kita nggak tahu apa yang akan terjadi ketika kita melangkah," ucapnya.
Tetapi, lanjut Mara, jika tidak melakukan langkah pertama tersebut, "Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi dan cuma berangan."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/mara-qe.jpg)