Inspirasi Usaha
Membuat Sepatu Keren Berbahan Kulit Ceker Ayam
Salah satu hal terpenting dalam menjalankan usaha adalah adanya inovasi, seperti dijalani Nurman Farieka Ramdhany membuat sepatu kulit ceker ayam.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari upaya pemasaran secara online yang sudah ia lakoni lewat media sosial Instagram.
Sayang, hingga saat ini, Hirka tidak bisa memenuhi permintaan sepatu kulit ceker ini secara masal.
Maklum kapasitas produksinya masih terbatas.
Sebetulnya dirinya sudah mengakali dengan meminta bantuan vendor untuk menyelesaikan sebagian produksi.
Hingga saat ini dirinya cuma punya empat pekerja saja.
Kerjasama dengan vendor tersebut membuahkan hasil. Kalau sebelumnya biasanya jumlah produksi Hirka cuma sampai 40 pasang sepatu saja per bulannya, kini secara perlahan tengah dicoba untuk mendongkrak kapasitas produksi.
"Kami coba bisa mencapai 500 pasang sepatu tipe casual dan 100 pasang sepatu formal per bulannya," katanya.
Melihat hasil yang positif tersebut, Nurman berencana untuk terus melakukan ekspansi bisnis.
Misalnya menambah kapasitas produksi.
Targetnya adalah bisa mencapai 600 pasang sepatu saban bulannya.
Caranya dengan mencari lagi tambahan vendor yang tepat, serta tambahan mesin produksi.
Tujuanya untuk mengubah tipe produksi dari pesanan menjadi siap jual.
Ekspansi bisnis lain yang tidak kalah penting adalah menambah gerai penjualan yang baru ada satu di Bandung.
Kemudian juga menambah variasi produk, tidak cuma sepatu tapi juga dompet dan tempat paspor dari kulit ceker yang segera dimulai tahun depan.
Pengamat usaha, Djoko Kurniawan, menilai ide membuat sepatu dengan bahan kulit kaki ayam sangat positif.
Tinggal bagaimana upaya dari si pembuat melakukan promosi supaya produk ini dilirik pasar.
• Sukses Menjalankan Bisnis Cetak Foto di Tengah Disrupsi Digital
Berita ini sudah diunggah di Kontan dengna judul Sepatu trendi dari kulit ayam ceker
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/sepatu-kulit-ceker-ayam_khknkn.jpg)