Breaking News:

Berita Video

VIDEO: Lima Karung Penghambat Aliran Air di Gorong-Gorong Ditemukan di Panglima Polim

Selain berisikan tanah liat, karung-karung yang berukuran satu meter itu juga didapati berisikan batu yang diduga telah lama terendap.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Ahmad Sabran
Warta Kota
Petugas Sudin SDA Jakarta Selatan sedang membersihkan gorong-gorong di kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan. (Warta Kota/Rizki Amana) 

Petugas Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Selatan melakukan pembersihan gorong-gorong di sepanjang Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan pada Selasa (26/11/2019) siang.

Sekira sepuluh petugas diterjunkan di kawasan itu, untuk memastikan gorong-gorong bersihdari hambatan yang membuat tersendatnya aliran air.

Alhasil, setelah tiga petugas masuk ke gorong-gorong dengan tingkat kedalaman dua meter, jerih payah itu terbayarkan setelah para petugas berhasil mengangkat lima karung berisikan tanah liat dari gorong-gorong tersebut.

Nandi (36) selaku petugas SDA yang terjun ke dalam gorong-gorong mengatakan, karung berisikan tanah ini merupakan penyebab utama genangan air hingga berakibat banjir.

"Ini yang menyebabkan banjir mas," ucap Nandi saat ditemui di kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan, Selasa (26/11/2019).

Selain berisikan tanah liat, karung-karung yang berukuran satu meter itu juga didapati berisikan batu yang diduga telah lama terendap.

Ia menduga, bahwa karung-karung tersebut merupakan sisa-sisa pekerjaan proyek yang pernah dilakukan di wilayah itu.

"Ada tumpukan bata, tanah-tanah. Mungkinbisa jadi (bekas pekerjaan proyek)," paparnya.

Pantauan Wartakotalive.com dilokasi pukil 13.30 WIB, hingga saat ini proses pembersihan gorong-gorong masih dilangsungkan oleh petugas Sudin SDA Jakarta Selatan.

Sebelumnya, pada hari Sabtu (24/11/2019) petugas SDA juga melakukan pembersihan di lokasi yang sama. Dari temuan anggota SDA saat itu terdapat tumpukan semen yang mengering sehingga mempersempit ukuran gorong - gorong.

Untuk membersihkan gorong gorong tersebut, pihaknya harus menggunakan mobil penyedot air untuk membantu menghancurkan lumpur. (m23)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved