Teknologi Digital Partner Industri Kreatif
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan terus mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk mengembangkan ekonomi kreatif di era industri 4.0.
WARTA KOTA, PALMERAH--- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan terus mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk mengembangkan ekonomi kreatif di era industri 4.0.
"Pemerintah akan terus mendorong bagaimana industri kreatif berkembang dengan teknologi. Teknologi adalah partner dari industri kreatif," kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo, beberapa waktu lalu.
Dukunganpun diberikan kepada Dharma Pertiwi, organisasi istri prajurit TNI, yang meluncurkan platform e-commerce Ladara Indonesia.
Ladara yang merupakan singkatan Laut Darat Udara menjadi wadah bagi masyarakat, terutama ibu-ibu dari keluarga besar TNI untuk memasarkan produk kreatifnya.
• Tahun Depan Rupiah Masih Seperti Rollercoaster
"Saya sangat mengapresiasi usaha untuk go digital ini. Ini langkah awal yang sangat baik untuk meningkatkan ekonomi di daerah-daerah," kata Angela.
Angela mengatakan, teknologi digital bisa bermanfaat bila SDM mampu mengelolanya dengan baik.
"Pemerintah pun akan mendorong SDM tersebut untuk lebih fasih lagi menggunakan digital," katanya.
Menurutnya, ada tiga hal penting yang harus diperhatikan saat memanfaatkan teknologi digital dalam pengembangan industri kreatif.
Pertama, terkait copyright atau hak cipta.
"Ketika kita masuk ke digital, itu disebarluaskan. Semua bisa lihat, semua bisa ambil. Kalau kita nggak punya copyright itu bahaya, bisa di-copy orang. Bahkan yang meng-copy bisa mendaftarkan," kata Angela.
• Bank DKI Gandeng Tempat Wisata di Jakarta untuk Meningkatkan Transaksi Non Tunai
Kedua, Angela memaparkan SDM harus dipastikan mumpuni dalam menggunakan teknologi digital untuk memaksimalkan pemasaran produk kreatif.
"Kita perlu memiliki SDM yang baik, yang sangat bisa memanfaatkan digital," kata Angela.
Ketiga, yang perlu diperhatikan adalah menghadirkan hubungan personal antara penjual dan pembeli, seperti pada transaksi konvensional.
Angela mengatakan, saat datang langsung ke toko terjadi interaksi antara penjual dan pembeli.
"Bisa langsung negosiasi. Si penjual bisa bilang, kalau beli tiga gratis satu. Jadi, ada teknik-teknik tersendiri yang lebih personal," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/e-commerce_9999.jpg)