Senin, 13 April 2026

Fintech

Menghadapi Era Industri 4.0, BPR Bisa Saja Gandeng Fintech

Industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Badan Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) tetap mencatat kinerja baik meski menghadapi sejumlah tantangan.

adobe.com
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Industri Bank Perkreditan Rakyat ( BPR) dan Badan Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) tetap mencatat kinerja yang baik meski menghadapi sejumlah tantangan.

Revolusi digital pun kini menjadi tahap permulaan dari revolusi industri 4.0.

Revolusi tersebut kemudian secara signifikan telah mengubah cara pandang dalam melakukan aktivitas ekonomi, seperti penggunaan e-commerce yang telah melahirkan model-model bisnis baru antara lain peer to peer lending dan sharing economy.

Ketua Umum Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo), Joko Suyanto, mengatakan, industri BPR/BPRS harus melakukan inovasi dan adaptif terhadap perkembangan teknologi yang ada.

Investasi Ilegal Masih Marak, OJK Mengingatkan Masyarakat untuk Ingat 2L

"Pilihan industri BPR/BPRS dalam merespon revolusi digital adalah melakukan strategic partnership dan kolaborasi," kata Joko, Senin (25/11/2019).

Dia mengatakan, dengan model bisnis yang saling melengkapi, menguntungkan dan mendorong tumbuh bersama.

Sehingga, pada akhirnya, masyarakat yang dilayani lebih mudah, cepat dan aman.

Joko mengaku, tidak tertutup kemungkinan akan bersinergi dan berkolaborasi dengan Industri BPR/BPRS, termasuk industri teknologi keuangan atau fintech, seperti Koinworks, OVO, Investree, Bukalapak dan GETI (Authorized Global Channer Partner Alibaba).

Ia menilai, industri BPR/BPRS yakin sinergi dan koloborasi dengan berbagai pihak strategis merupakan kunci untuk meningkatkan dan memperkuat daya saing Industri BPR/BPRS.

Ada Peringatan dari China, Harga Bitcoin Anjlok Lebih dari 10 Persen Dalam 6 Bulan Terakhir

Untuk menghadapi tantangan perekonomian global, disrupsi teknologi dan menjaga momentum pertumbuhan BPR/BPRS.

Serta memperluas akses layanan dalam upaya mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan mandiri secara ekonomi.

Perbarindo juga meluncurkan plikasi GCG dan MR BPR yang dinamakan BPRPrudent Platform.

Aplikasi yang dapat membantu BPR/BPRS mengimplementasikan tata kelola Perusahaan dan manajemen risiko sesuai dengan ketentuan regulasi yang ada.

Sebelumnya Perbarindo sudah meluncurkan Sistem Informasi Perbarindo, Rumah Lelang Perbarindo dan Jaringan Bersama (sharing bandwith).

Dalam waktu dekat, tambah dia, Perbarindo juga akan merampung aplikasi penunjang operasional BPR/BPRS yaitu Loan Organising System (LOS), Skoring Kredit, Human Capital Management (HCM) dan aplikasi lainnya.

Di Era Digital Ini Pelaku Industri Harus Cepat Bertransformasi

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved