Mengukur Potensi Komersial dan Kualitas Hidup di TOD MRT Jakarta
Kawasan berbasis transit atau transit oriented development (TOD) akan dikembangkan PT MRT Jakarta.
WARTA KOTA, PALMERAH--- Kawasan berbasis transit atau transit oriented development (TOD) akan dikembangkan PT MRT Jakarta.
Pengembangan itu sebagai upaya mendukung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam melakukan peremajaan perkotaan (urban regeneration).
Selain itu, pengembangan TOD ini juga memiliki potensi besar untuk dimonetisasi secara komersial.
Sehingga dapat membantu PT MRT Jakarta meningkatkan target pendapatan dalam beberapa tahun ke depan.
• Libur Natal dan Tahun Baru, KAI Siapkan 13 Kereta Tambahan dari Jakarta: Pembelian Mulai 25 November
Menurut Direktur Keuangan dan Manajemen Korporasi PT MRT Jakarta, Tuhiyat, pengembangan TOD akan dikerjasamakan dengan swasta.
Di antaranya pengembang properti, serta pemilik lahan dan bangunan di sekitar kawasan TOD dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPPBU).
"Namun, hingga saat ini kami belum sampai pada kesimpulan apakah nanti formatnya bangun, guna, serah, atau built operate and transfer (BOT) atau kerja sama operasi (KSO). Semua peluang masih kami kaji," kata Tuhiyat kepada Kompas.com, baru-baru ini.
• Samsung dan Oppo Sama-sama Klaim Nomor Satu di Indonesia, Bagaimana Cara Menghitungnya?
Ada lima TOD yang akan dikembangkan:
1. TOD Dukuh Atas dengan tema kolaborasi gerak.
2. TOD Istora Senayan sebagai beranda Pelita Indonesia.
3. TOD Blok M ASEAN yang merupakan kota taman.
4. TOD Fatmawati sebagai sub-pusat selatan Kota Jakarta yang dinamis dan progresif.
5. TOD Lebak Bulus dengan tema gerbang selatan Jakarta.
Penentuan tema ini, menurut Tuhiyat, berdasarkan pada highest and best use dari peruntukkan lahan di masing-masing kawasan.
Dia menyebut, dari pengembangan lima TOD ini, potensi pendapatan yang bakal diraup PT MRT Jakarta senilai Rp 240 triliun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pengembangan-tod_8888.jpg)