Staf Khusus Jokowi
Dini Purwono Jadi Staf Khusus Jokowi, Pernah Berhubungan Kasus Ahok Berpengalaman di Bidang Hukum
Presiden Joko Widodo menunjuk Dini Shanti Purwono sebagai salah satu staf khusus barunya. Meski tak dikenalkan langsung, ini profilnya
Penulis: Dian Anditya Mutiara | Editor: Dian Anditya Mutiara
Presiden Joko Widodo menunjuk Dini Shanti Purwono sebagai salah satu staf khusus barunya.
Meski demikian, Dini Purwono tidak ikut diperkenalkan Presiden Jokowi di beranda Istana Negara, Kamis (21/11/2019).
Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman mengatakan, staf khusus yang diperkenalkan Presiden Jokowi hanyalah yang berlatar belakang milenial.
Siapa sosok Dini Purwono ini?
Dini lahir di Jakarta, 29 April 1974 adalah seorang politikus dari Partai Solidaritas Indoneia (PSI) dan konsultan hukum.
Dikutip Wartakotalive.com dari laman psi.id, Dini Purnowo dikenal sebagai praktis hukum yang ternama.
Berikut 7 fakta Dini Shanti Purwono staf khusus Jokowi:
1. Spesialis merger
Dini spesialis menangani permasalahan hukum korporasi yang terkait dengan investasi, pasar modal, merger dan akuisisi.
Profesinya di dunia hukum lebih banyak di belakang layar, seperti membuat perjanjian, struktur transaksi bisnis, legal advice dan legal opinion terkait kegiatan korporasi.
Klien-kliennya mayoritas perusahaan-perusahaan besar dalam negeri, termasuk perusahaan asing.
• Profil Lengkap Andi Taufan Garuda Putra, Staf Khusus Milenial yang Baru Ditunjuk Jokowi
2. Pengalaman di bidang hukum
Dini menempuh pendidikan strata 1 di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) dan lulus pada 1997.
Selama kurun waktu 1997-2005, Dini bergabung di firma hukum Hadiputranto, Hadinoto dan Partners (HHP) yang merupakan kantor koresponden dari firma hukum internasional Baker & McKenzie.
Posisi terakhir sebagai Senior Associate.
Di sela-sela kurun itu, kembali melanjutkan pendidikannya. Dini berhasil meraih gelar master di bidang hukum keuangan internasional dari Harvard Law School (LLM, 2002) dengan dukungan beasiswa Fulbright Scholar.
3. Konsultan hukum perusahaan asing
Pada 2005-2008 Dini bergabung di PT Danareksa (Persero) sebagai Kepala Biro Hukum.
Ia juga sempat bergabung di firma hukum Roosdiono dan Partners dengan posisi partner selama 2 tahun sebelum akhirnya bergabung sebagai partner dari pemilik firma di firma hukum Christian Teo & Partners (CTP).
Dini pernah bertindak sebagai konsultan hukum untuk perusahaan Jepang, Marubeni, dalam akuisisi saham minoritas dua perusahaan pembiayaan konsumen yang tergabung dalam CT Corp Group. Ini adalah transaksi lintas-batas.
Selain itu, Dini juga terdaftar sebagai konsultan hukum pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan menjadi anggota Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal (HKHPM).
• Penyandang Disabilitas Angkie Yudistia yang Jadi Staf Presiden Prestasinya Tak Bisa Dianggap Enteng
• Rizal Ramli Tak Mau Ahok Jadi Pejabat BUMN: Dia Cuma Bisa Bikin Kehebohan, Jelekin BUMD
4. Pernah bantu berkaitan kasus Ahok
Dini juga punya kepedulian pada isu-isu sosial. Dini dan teman-temannya sesama alumni Harvard, seperti Todung Mulya Lubis, Bambang Harymurti, Goenawan Mohamad, dan lain-lain menginisasi petisi online yang isinya membantah tuntutan Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Dalam petisi yang ditandatangani lebih dari 10.000 orang itu dikatakan bahwa Ahok sebagai terdakwa tidak terbukti melakukan tindak pidana penistaan agama.
5. Aktif menyuarakan revisi UU No 7/2017 Soal Pemilu
Dini juga salah satu sosok yang terdepan dalam mengajukan permohonan judicial review Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum terhadap UUD 1945 ke Mahkamah Konstitusi melalui Lembaga Bantuan Hukum PSI yang diberi nama Jangkar Solidaritas (Jaringan Advokasi Rakyat Partai Solidaritas Indonesia).
Sejumlah pasal tertentu dalam UU itu dinilai diskriminatif karena memperlakukan partai lama dan partai baru secara berbeda.
Juga pasal tertentu dalam UU itu dinilai tidak mewajibkan keterwakilan perempuan dalam kepengurusan partai politik sedikitnya 30 persen.
• Staf Khusus Milenial Jokowi Pernah Jalani Pendidikan Militer, Ini Profil Lengkap Adamas Belva
6. Mengasuh rubrik hukum
Di tengah kesibukannya, Dini bersedia meluangkan waktunya untuk mengasuh rubrik “Klinik Hukum” di Jawa Pos Radar Semarang yang hadir setiap Kamis.
Dini dipilih mengasuh rubrik tersebut karena kapasitas dan kemampuannya sebagai advokat yang sudah tidak diragukan lagi.
Kesediaan Dini berbagi ilmu hukum didasari oleh keprihatinannya terhadap kasus-kasus hukum yang kerap dialami warga, khususnya kalangan wong cilik.
Dini berharap sumbangsihnya itu bisa bermanfaat bagi rakyat banyak
7. Pernah jadi Staf ahli Menteri
Sebelum ditunjuk sebagai staf khusus Jokowi, Dini juga pernah menjadi staf ahli Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) selama 2012-2014.
Tidak hanya itu, Dini juga pernah menjadi staf ahli mantan Menteri Keuangan Chatib Basri.(*)