Breaking News:

Ketenagakerjaan

UMK Tangsel 2020 Ditetapkan Rp 4,1 Juta, Benyamin Minta Pengusaha dan Buruh Patuh

Wakil Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie meminta para pengusaha dan buruh menerima dan mematuhi UMK 2020 yang sudah disahkan itu.

Penulis: Zaki Ari Setiawan | Editor:
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Wakil Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie 

Upah Minimum Kota (UMK) Tangerang Selatan 2020 sudah ditetapkan Gubernur Banten Wahidin Halim sebesar Rp 4.168.268,62 pada Selasa (19/11/2019) kemarin.

Sebelum ditetapkan, kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar 8,51 persen menuai pro dan kontra dari pengusaha maupun serikat buruh.

Wakil Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie meminta para pengusaha dan buruh untuk menerima dan mematuhi UMK 2020 yang sudah disahkan di tingkat provinsi itu.

UMK Kabupaten Bekasi Ditetapkan Rp 4,4 Juta, Buruh Tak Puas APINDO Pasrah

"Saya berharap UMK yang sudah ditetapkan Gubernur Banten tersebut dapat dipatuhi dan apabila ada kesulitan-kesulitan sebaiknya dimusyawarhkan di Depeko (Dewan Pengupahan Kota)," kata Benyamin saat dihubungi, Kamis (21/11/2019).

Kenaikan 8,51 persen itu membuat UMK Tangerang Selatan tembus di angka Rp 4 juta lebih setelah sebelumnya UMK Tangerang Selatan tahun 2019 berada di angka Rp 3.841.368.

Hal itulah yang membuat pengusaha merasa keberatan dengan adanya kenaikan sebesar 8,51 persen.

Gaji Lulusan SMA dan S1 di Tangsel Masih Dibawah UMK, Pegawai Honorer Minta Kesetaraan Upah

Benyamin melanjutkan, keputusan Gubernur Banten terkait UMK memang tidak akan membuat semua pihak terpuaskan.

"Kalau soal memuaskan itu relatif, tapi angka tersebut sudah hasil musyawarah Depeko. Mudah-mudahan bisa ditaati oleh semua pihak," ujarnya.

Sementara itu, sebelum keputusan kenaikan UMK, Provinsi Banten sudah lebih dulu menaikkan UMP yang semula Rp 2.267.990 menjadi Rp 2.460.996. 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved