Pelaku Usaha Khawatir Kalau Pusat Budidaya Mutiara Dijadikan Objek Wisata

Ada rasa khawatir yang muncul dari pelaku usaha budidaya mutiara yang tergabung dalam Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia (Asbumi).

Pelaku Usaha Khawatir Kalau Pusat Budidaya Mutiara Dijadikan Objek Wisata
Dan Kitwood/Getty Images
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Ada rasa khawatir yang muncul dari pelaku usaha budidaya mutiara yang tergabung dalam Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia (Asbumi).

Pelaku usaha budidaya mutiara khawatir kalau budidaya mutiara laut dibuka untuk umum jadi objek wisata bahari.

Apalagi sampai saat ini belum adanya tata ruang yang memadai dari pemerintah daerah setempat.

Ketua Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia (Asbumi), Anthony Tanios, mengatakan, jika dibuka untuk umum, dikhawatirkan semakin banyak masyarakat yang datang dan tidak memerhatikan kerentanan budidaya.

Ingin Menjalankan Bisnis Warteg Modern? Berikut Modal Waralaba yang Harus Dikeluarkan

"Orang-orang nanti buang plastik, buat apa begitu. Ini yang kami takuti. Bukannya kami tertutup juga, bukan," kata Anthony Tanios, Kamis (21/11/2019).

Anthony mengatakan, pelaku usaha budidaya mutiara terbuka kepada siapa saja yang mau datang.

"Tapi jangan mencemari dan harus sangat dijaga lingkungannya," katanya.

Kendati demikian, dia tak melarang budidaya mutiara dijadikan potensi wisata bahari selama lingkungannya terjaga.

Hal itu terbukti dengan telah dibukanya budidaya di sejumlah tempat, seperti Bali, Lombok, dan Raja Ampat.

Samsung dan Oppo Sama-sama Klaim Nomor Satu di Indonesia, Bagaimana Cara Menghitungnya?

Anthony mengatakan, saat ini Manado juga akan membuka budidaya untuk umum.

Halaman
12
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved