Air Laut yang Dikelola di Kepulauan Seribu Bisa Langsung Diminum
Air Laut yang Dikelola di Kepulauan Seribu Bisa Langsung Diminum. Simak selengkapnya di dalam berita ini.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
PERUSAHAAN Air Minum (PAM) Jaya menyatakan, Instalasi Pengolahan Air (IPA) berteknologi Sea Water Reserve Osmosis (SWRO) sangat menguntungkan warga Kepulauan Seribu.
Air tawar yang diolah dari lautan di sekitar pulau, bisa langsung dikonsumsi.
“Air laut punya kadar garam tinggi kemudian ditekan memakai alat, sehingga garamnya turun atau terpisah denag air tawar. Kemudian airnya kami distribusikan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492 tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum,” kata Direktur Utama PD PAM Jaya, Priyatno Bambang Hernowo.
• Sekda Depok: Penilaian Penghargaan Kota Sehat Dilakukan Dua Bulan Lalu
Hal itu dikatakan Bambang usai peresmian IPA SWRO di Pulau Payung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu pada Rabu (20/11/2019). Dengan teknologi ini, masyarakat tidak perlu lagi memasak air olahan itu untuk dikonsumsi.
Bila rumah warga Kepulauan Seribu telah tersambung dengan pipa milik PAM Jaya, mereka bisa langsung mengonsumsi air tersebut melalui keran air. Bambang memastikan tarif air yang dipatok juga tidak terlalu tinggi.
Hal ini mengacu pada Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 34 tahun 2018 tentang Penyesuaian Tarif Otomatis Air Minum. “Untuk sosial tarifnya Rp 25 per liter, dan sambungan rumah Rp 32 per liter. Tarif ini berlaku bagi warga daratan DKI termasuk Kepulauan Seribu,” ujarnya.
• Ini Menu Andalan di Warung Makan Padang Petir Milik Youtuber Atta Halilintar
Sementara itu Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Kebudayaan dan Pariwisata, Dadang Solihin mengatakan, IPA SWRO ini bisa meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan warga Kepulauan Seribu. Selain itu, keberadaan alat ini juga bisa menjadi pemenuhan hak dasar warga DKI Jakarta dalam mendapatkan air bersih.
“Keberadaan IPA ini justru bisa meningkatkan jumlah wisatawan di Kepulauan Seribu, karena mereka tidak perlu khawatir mengenai distribusi air di sini,” kata Dadang.