Breaking News:

Begini Konsep ERP yang Akan Diterapkan BPTJ Tahun 2020 Mendatang

Begini Konsep ERP yang Akan Diterapkan BPTJ Tahun 2020 Mendatang. Simak selengkapnya dalam berita ini.

Begini Konsep ERP yang Akan Diterapkan BPTJ Tahun 2020 Mendatang
Gerbang ERP sudah berdiri di Jalan Jend Sudirman dekat Bundaran Patung Pemuda. Sistem jalan berbayar akan diujicobakan pertengahan Juli ini.

TAHUN 2020 mendatang, Badan Badan Penyelenggara Transportasi Jabodetabek (BPTJ) akan menerapkan Electronic Road Pricing (ERP) disejumlah jalan.

Meski saat ini tengah dalam pembahasan antara BPTJ dengan Dishub DKI Jakarta, namun nantinya ERP akan mengusung konsep e-tilang yang telah dilakukan saat ini diruas jalan di Jakarta.

Menurut, Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan konsep ERP nanti tidak ada pemberhentian bagi kendaraan. Kendaraan tetap dapat melaju, hanya saja diawasi dengan mengunakan sistem e-tilang bagi pelanggarnya.

Camat Tanjung Priok Sempat Tinjau Tempat Relokasi, Warga Korban Penggusuran Pilih Bertahan

"Nanti itu sistemnya tidak ada gerbang, konsepnya free flow. Teknologi sama seperti e- tilang sekarang tidak perlu berhenti. Tidak perlu nge-tap," kata Kepala BPTJ Bambang Prihartono, Selasa (19/11/2019).

Menurut Bambang, tarif untuk ERP tidak ditentukan dari panjangnya jalan namun dari ketentuan yang sedang diolah oleh BPTJ bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Untuk itu saat ini masih dalam proses pembahasan.

Saat ini diketahui ada tiga kategori jalur yang akan diterapkan ketentuan jalan berbayar yaitu Ring 1 untuk daerah Jalan Sudirman- Jalan M.H Thamrin yang berada di pusat kota Jakarta.

Ring 2 di kawasan yang ditetapkan dalam aturan perluasan ganjil genap. Ring 3 di kawasan perbatasan yang merupakan jalan nasional antara Ibu Kota Jakarta dengan daerah lainnya.

BPTJ secara khusus akan mengelola ERP yang berada di jalur Ring 3 yang merupakan perbatasan jalan nasional antara daerah lainnya dengan wilayah DKI Jakarta.

Ini Hukuman Berat Bagi Penerobos Jalur Sepeda

"Untuk di daerah perbatasan Timur yaitu Kalimalang, untuk di daerah Selatan itu Margonda, dan untuk di daerah Barat itu Daan Mogot," kata Bambang.

Dikatakan Bambang, ERP akan terus didoronh agar segera diterapkan pada tahun 2020 mengingat kebijakan Ganjil Genap hanya untuk sementara dan tidak dapat menghambat pertumbuhan pengguna kendaraan pribadi.

"Siap ga siap, all out kita. Karena nanti merubah kinerjanya transportasi Jabotabek. Kita kan punya itungan, tahun sekian harus apa. Kita punya Key Performance Indicator, kalo itu (ERP) ga dikerjakan, KPI kita akan jeblok," ucapnya. 

Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved