Investasi
E-Commerce Bisa Membantu Meningkatkan Penetrasi Reksadana
Positifnya industri pasar modal maupun pasar uang terlihat dari dana kelolaan reksadana yang meningkat.
WARTA KOTA, PALMERAH--- Di tengah ketidakpastian global, industri pasar modal masih tumbuh positif.
Tak terkecuali reksadana, yang kerap dipilih oleh investor pemula karena rendahnya risiko.
Positifnya industri pasar modal maupun pasar uang terlihat dari dana kelolaan reksadana yang meningkat.
Hingga 14 November 2019, dana kelolaan reksa dana berada pada posisi Rp 551 triliun dengan jumlah produk mencapai 2.165.
• Ini Alasannya Pelaku Bisnis Lebih Suka Mobil Diesel
Beriringan dengan jumlah produk dan dana kelolaan, jumlah investor juga meningkat menjadi 1,5 juta investor baru.
Padahal sebelumnya, investor reksa dana baru sekitar 200.000 sampai 500.000 investor.
Direktur Pengelolaan Investasi OJK, Sujanto, mengatakan, meningkatnya investor baru tersebut didukung oleh peran serta e-commerce Tanah Air.
Seperti diketahui, telah banyak e-commerce yang menyediakan produk investasi dalam aplikasinya.
"Peningkatan itu sebagai kontribusi dari digitalisasi reksa dana oleh para pelaku industri digital, seperti Tokopedia," kata Sujanto di Bursa Efek Indonesia Jakarta, Senin (18/11/2019).
• KAI Tambah Rute Perjalanan dan Tempat Duduk saat Libur Natal dan Tahun Baru 2020
Dengan pemasaran platform online-nya, e-commerce dapat dengan mudah menggapai seluruh masyarakat di seluruh Indonesia.
Kendati demikian, jika dibandingkan populasi Indonesia, populasi investor masih jauh signifikan.
Menurut Sujanto, mengacu pada data OJK, baru 0,8 persen populasi Indonesia yang terpenetrasi produk investasi.
"Kalau dibandingkan dengan negara-negara ASEAN sangat jauh sekali. Mereka 20 persen kita masih 0,8 persen," katanya.
Untuk itu, pihaknya sangat menyambut baik sinergi antara Tokopedia, Bursa Efek Indonesia (BEI), OJK, dan Asosiasi Pengelola Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) dalam mengampanye memulai investasi #InvestasiAjaDulu.
Dia yakin, pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di seluruh Indonesia.
"Sebagai unicorn, Tokopedia dapat secara signifikan mendorong jumlah investor baru. Karena itu kami percaya sebagai Gerakan Money Market Fund (GM2F) kolaborasi akan sangat efektif," pungkasnya.
• Pungutan OJK dari Industri Jasa Keuangan Mendekati Target, Ini Pencapaiannya
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul E-commerce Mampu Genjot Penetrasi Reksa Dana
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/investasi-reksadana__7777.jpg)