Rabu, 22 April 2026

Kebakaran

Dua Kali Kontrakan Tempat Bocah 10 Tahun Tewas Terpanggang Api Diduga Kondisi Terpasung Ini Terbakar

Sebuah kontrakan tempat bocah 10 tahun tewas terpanggang api diduga dalam kondisi terpasung itu, ternyata sudah kedua kalinya terbakar.

Penulis: Zaki Ari Setiawan | Editor: PanjiBaskhara
WARTA KOTA/ZAKI ARI SETIAWAN
Lokasi Z, bocah 10 tewas terbakar diduga dalam keadaan dipasung di sebuah kontrakan Gang Sayur Asem, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Minggu (17/11/2019) kemarin. 

Sebuah kontrakan tempat bocah 10 tahun tewas terpanggang api diduga dalam kondisi terpasung itu, ternyata sudah kedua kalinya terbakar.

Tragedi kebakaran kontrakan tempat bocah 10 tahun tewas terbakar diduga dalam keadaan terpasung, terjadi di Gang Sayur Asem, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Minggu (17/11/2019).

Kejadian kontrakan bocah diduga dipasung tewas terpanggang api berinisial Z (10), diungkap seorang warga setempat, Rida (50).

Kesaksian Rida, kebakaran itu terjadi di tempat yang sama dengan tempat yang ludes terbakar kemarin yang ditinggali oleh Z (10) dan ayahnya.

Kebakaran Hanguskan 3 Kontrakan di Tangerang Selatan, Anak 10 Tahun Terjebak dan Meninggal Dunia

Bocah 10 Tahun Tewas Terpanggang Api di Kontrakan Diduga Sedang Dipasung, Begini Kesaksian Warga

BREAKING NEWS: Tertidur Kelelahan, Pekerja Wedding Organizer Tewas Dalam Kebakaran Rumah di Pulomas

Rida mengatakan, kebakaran pertama itu tidak sedahsyat kebakaran yang terjadi kemarin.

"Sebelumnya juga ada kebakaran kecil, atap sama pintu-pintunya terbakar," kata Rida di lokasi, Senin (18/11/2019).

Berdasarkan kesaksian dia, kebakaran pertama itu diduga disebabkan lantara Z memainkan kompor di kontrakannya ketika ayahnya tidak di rumah.

Z sendiri merupakan anak berkebutuhan khusus yang hiperaktif sehingga tetangga mengetahui bahwa ayahnya terpaksa memasung Z agar tidak keluar rumah.

"Jadi posisinya terkunci, waktu itu dia mainkan kompor. Untungnya kebakarannya kecil waktu itu," ujar Rida.

Dampak dari kebakaran pertama itu, tetangga pun sampai pindah dari kontrakan itu untuk menghindari kejadian yang sama terulang.

"Makanya sekarang tetangganya itu kosong setelah kebakaran pertama," jelasnya.

Kebakaran pun kembali terulang kemarin, akan tetapi nasib Z yang terjebak di dalam kontrakan kali ini tidak selamat akibat besarnya api yang meludeskan tiga pintu kontrakan sekira pukul 15.00 WIB kemarin.

Sang ayah yang disebut-sebut bekerja serabutan itu juga tidak sedang di rumah ketika kontrakan seluas 3x6 meter itu ludes dilalap si jago merah dengan kondisi putranya berada di dalam.

Rida mengatakan, bahwa Z memang memiliki kebutuhan khusus karena terlalu aktif bergerak sehingga membuat orangtua atau warga lainnya was-was.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved