Kamis, 7 Mei 2026

Yahoo Jepang Melakukan Penjajakan Merger dengan Line

Yahoo Japan (Jepang) tengah melakukan penjajakan merger dengan Line menjadi satu perusahaan teknologi raksasa dengan nilai 27 miliar dollar AS.

Tayang:

WARTA KOTA, PALMERAH--- Yahoo Japan (Jepang) yang berada di bawah kendali SoftBank tengah melakukan penjajakan merger dengan Line menjadi satu perusahaan teknologi raksasa dengan nilai 27 miliar dollar AS.

Rencana merger ini akan membantu perusahaan konglomerasi Jepang ini memperluas jangkauan bisnis ke layanan e-commerce dan pembayaran.

Yahoo Japan yang bulan lalu mengubah namanya menjadi Z Holdings, mengatakan penjajakan masih berlangsung dan belum ada hasil yang diputuskan.

Hasil Investasi BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp 22,5 Triliun Hingga September 2019

SoftBank Corp yang memiliki hampir setengah saham Z Holdings juga mengakui adanya pembicaraan tersebut.

Sumber Reuters pada Rabu (13/11/2019), mengatakan, seperti dilansir Kontan, kemungkinan kesepakatan merger itu akan diputuskan akhir November ini.

SoftBank dan induk Line yakni perusahaan teknologi Korea Selatan Naver Corp, akan membentuk perusahaan patungan dengan porsi saham seimbang yang akan mengendalikan Z Holdings.

Perusahaan patungan itu nantinya akan mengoperasikan Line dan Yahoo.

Kesepakatan akan menyatukan operator dari dua aplikasi pembayaran berbasis QR Code terbesar di Jepang setelah negara ini terlambat beralih ke pembayaran non tunai.

Antara Investasi Emas Antam atau Beli Saham Antam, Mana yang Lebih Menguntungkan?

PayPay dari SoftBank baru-baru ini mencapai 19 juta pengguna melalui pemasaran yang agresif, sementara Line Pay dapat memanfaatkan 82 juta pengguna Jepang dari aplikasi Line.

Line adalah aplikasi perpesanan paling banyak digunakan di Jepang.

Selain itu, Line juga memiliki fitur Line Pay untuk pembayaran non-tunai, Line Taxi untuk layanan pemesanan transportasi umum, dan layanan lainnya.

Namun, persaingan di sektor perpesanan makin ketat membuat Line mulai tertinggal.

Line sudah melantai di bursa saham Tokyo dan New York sejak tiga tahun lalu, namun pendapatannya terus menurun.

1 Hari Jelajah Museum Sekitar Kota Tua, Ada Apa Saja?

Pasalnya, perusahaan ini gagal memproyeksikan kesempatan pada masa depan dan tertinggal dalam pengembangan inovasi produk inti.

Bisnis Line tidak berkembang cukup baik. Layanan-layanannya mengalami kerugian disaat mereka mencoba mempercepat pertumbuhan.

Tahun lalu, perusahaan menjual saham mmayoritas di unit bisnis selulernya kepada SoftBank.

Sementara SoftBank membuat dorongan besar ke dalam ritel online, meluncurkan PayPay Mall.

Anak-anak dan Remaja di China Dilarang Main Game Lebih dari 90 Menit

Hal itu dilakukan sebagai upaya mencoba meningkatkan pendapatan di luar bisnis telekomunikasi intinya.

Yahoo Jepang dapat dikembangkan menjadi lapak dagang online, iklan dan pembayaran non-tunai atau elektronik.

Memiliki layanan perpesanan seperti Line akan menjadi portofolio yang menguntungkan bagi Yahoo.

Analis Goldman Sachs, Masaru Sugiyama, dalam risetnya mengatakan, meskipun pendapatan dari perusahaan patungan keduanya akan melampaui pesaingnya yakni Rakuten Inc, namun transaksi gabungan Yahoo Jepang dan Line masih kalah dengan Rakuten.

Raih Omzet Ratusan Juta dari Mengolah Kopi Berkualitas Rendah, Ini yang Dilakukan Kopi Kreatif

Berita ini sudah diunggah di Kontan dengan judul Yahoo Jepang dan Line jajaki merger

Sumber: Kontan
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved