Yahoo Jepang Melakukan Penjajakan Merger dengan Line

Yahoo Japan (Jepang) tengah melakukan penjajakan merger dengan Line menjadi satu perusahaan teknologi raksasa dengan nilai 27 miliar dollar AS.

Editor:
Intisari-online/homeapk.net
Line 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Yahoo Japan (Jepang) yang berada di bawah kendali SoftBank tengah melakukan penjajakan merger dengan Line menjadi satu perusahaan teknologi raksasa dengan nilai 27 miliar dollar AS.

Rencana merger ini akan membantu perusahaan konglomerasi Jepang ini memperluas jangkauan bisnis ke layanan e-commerce dan pembayaran.

Yahoo Japan yang bulan lalu mengubah namanya menjadi Z Holdings, mengatakan penjajakan masih berlangsung dan belum ada hasil yang diputuskan.

Hasil Investasi BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp 22,5 Triliun Hingga September 2019

SoftBank Corp yang memiliki hampir setengah saham Z Holdings juga mengakui adanya pembicaraan tersebut.

Sumber Reuters pada Rabu (13/11/2019), mengatakan, seperti dilansir Kontan, kemungkinan kesepakatan merger itu akan diputuskan akhir November ini.

SoftBank dan induk Line yakni perusahaan teknologi Korea Selatan Naver Corp, akan membentuk perusahaan patungan dengan porsi saham seimbang yang akan mengendalikan Z Holdings.

Perusahaan patungan itu nantinya akan mengoperasikan Line dan Yahoo.

Kesepakatan akan menyatukan operator dari dua aplikasi pembayaran berbasis QR Code terbesar di Jepang setelah negara ini terlambat beralih ke pembayaran non tunai.

Antara Investasi Emas Antam atau Beli Saham Antam, Mana yang Lebih Menguntungkan?

PayPay dari SoftBank baru-baru ini mencapai 19 juta pengguna melalui pemasaran yang agresif, sementara Line Pay dapat memanfaatkan 82 juta pengguna Jepang dari aplikasi Line.

Line adalah aplikasi perpesanan paling banyak digunakan di Jepang.

Selain itu, Line juga memiliki fitur Line Pay untuk pembayaran non-tunai, Line Taxi untuk layanan pemesanan transportasi umum, dan layanan lainnya.

Namun, persaingan di sektor perpesanan makin ketat membuat Line mulai tertinggal.

Line sudah melantai di bursa saham Tokyo dan New York sejak tiga tahun lalu, namun pendapatannya terus menurun.

1 Hari Jelajah Museum Sekitar Kota Tua, Ada Apa Saja?

Pasalnya, perusahaan ini gagal memproyeksikan kesempatan pada masa depan dan tertinggal dalam pengembangan inovasi produk inti.

Halaman
12
Sumber: Kontan
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved