Beladiri
PB KJI dan WSDK Gelar Turnamen Nasional Ju-Jitsu 'Sofyan Hambally Cup I' di GOR Saparua Bandung
Turnamen ini bentuk apresiasi kepada pendiri KJI dan WSDK, mendiang Kancho H Sofyan Hambally, dalam mengembangkan beladiri Ju-Jitsu di Tanah Air.
Penulis: Ign Agung Nugroho | Editor: Fred Mahatma TIS
Mendiang Kancho H Sofyan Hambally yang akrab disapa Abah Sofyan merupakan salah satu praktisi beladiri asal Bandung, Jawa Barat, yang dikenal dengan segudang prestasi.
Tak hanya melahirkan atlet-atlet berkelas nasional dan internasional, ia juga dikenal dengan gagasan-gagasan beladirinya.
PENGURUS BESAR (PB) Koporyu Ju-Jitsu Indonesia (KJI) dan Women Self Defense of Koporyu (WSDK) akan menggelar Turnamen Nasional Ju-Jitsu Internal Koporyu 'Sofyan Hambally Cup I' yang akan dilangsungkan di GOR Saparua, Bandung, 16-17 November 2019.
Menurut Ketua Umum PB KJI H Ahmad Taufik Joenoes, turnamen ini digagas sebagai bentuk apresiasi kepada pendiri KJI dan WSDK, mendiang Kancho H Sofyan Hambally, atas dedikasinya membangun dan mengembangkan beladiri Ju-Jitsu di Tanah Air.
"Banyak keteladanan yang sudah diwariskan Abah Sofyan rahimahullah kepada murid-muridnya, tentang dedikasi, loyalitas dan integritas dalam penyebaran ilmu beladiri JuJitsu," kata Ahmad Taufik lewat keterangan resminya kepada Wartakotalive.com baru-baru ini.
"Tugas kita adalah melanjutkan apa yang sudah diwariskan. Pengembangan dan pembinaan untuk menciptakan atlet-atlet di masa yang akan datang harus terus berlanjut,” kata Ahmad.
Abah Sofyan, begitu anak-anak didiknya menyapa, merupakan salah satu praktisi beladiri asal Bandung, Jawa Barat, yang dikenal dengan segudang prestasi.
Tak hanya melahirkan atlet-atlet berkelas nasional dan internasional, ia juga dikenal dengan gagasan-gagasan beladirinya.
Khusus perempuan
Mantan Juara 'Best of the Best Kumite' pada Kejuaraan KKI 1 di Gor Saparua tahun 1969 itu, dikenal sebagai pendiri beladiri khusus perempuan WSDK.
Kegelisahaannya atas banyak peristiwa kejahatan terhadap perempuan melahirkan gagasan mendirikan komunitas beladiri ini pada tahun 2006.
WSDK, kini sudah tersebar di sejumlah kota besar di Tanah Air.
"Beliau juga dikenal sebagai pelatih bertangan dingin. Di dunia karate, Abah pernah melahirkan atlet sekaliber Internasional. Salah satu muridnya, Lia Nurlianty, pernah meraih Juara 3 Dunia pada Kejuaraan Karate di Filipina," katanya.
"Sementara, di cabang olah raga beladiri Ju-Jitsu, Abah Sofyan juga pernah menghantarkan murid-muridnya menjadi Juara 3 Asia di ajang multi event Asian Beach Games, di Phuket, Thailand 2014 lalu," kata Taufik.
Pencarian atlet berbakat
Sementara itu, menurut Irhas Dirgantara, Ketua Pelaksana Turnamen Nasional Jujitsu Sofyan Hambally Cup, turnamen yang digelar untuk pertama kalinya ini, dimaksudkan sebagai ajang pencarian atlet-atlet berbakat dari KJI/WSDK yang kelak akan dipersiapkan pada kejuaraan-kejuaraan tingkat daerah maupun nasional.
“Turnamen ini akan mempertandingkan 3 kelas, yakni Show System, Fighting System dan kelas khusus KATA WSDK dari mulai kelas Usia Dini, Junior hingga senior,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pb-koporyu-ju-jitsu-indonesia-kji-dan-women-self-defense-of-koporyu-wsdk.jpg)