Berita Depok
Sebanyak 64 Persen Jajanan SD di Depok Terkontaminasi Bakteri Coliform
Sebanyak 64 persen bakteri coliform ditemukan pada jajanan di sejumlah kantin di Sekolah Dasar wilayah Kecamatan Beji, Depok.
Penulis: Vini Rizki Amelia |
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Vini Rizki Amelia
DEPOK, WARTAKOTALIVE.COM - Sebanyak 64 persen bakteri coliform ditemukan pada jajanan di sejumlah kantin di Sekolah Dasar (SD) wilayah Kecamatan Beji, Depok.
Temuan tersebut hasil dari penyuluhan kepada para pedagang oleh tim Pengabdi Masyarakat (Pengmas) dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI).
Ketua tim Pengmas FKM UI Ririn memaparkan, pelaksanaan yang bertajuk Pelatihan Pedagang Kantin Sekolah Dasar sebagai upaya mewujudkan Sekolah Sehat di Kota Depok yang dilaksanakan selama sepekan.
"Program Pengmas ini kami harapkan dapat meningkatkan pengetahuan mengenai higiene sanitasi makanan kepada pedagang dan guru sebagai pengawas kantin sekolah," kata Ririn kepada wartawan di UI Depok, Selasa (12/11/2019).
Penyuluhan ini dilakukan sejak Oktober 2019 lalu di sejumlah sekolah antara lain di SDN Pondok Cina 3, SDN Pondok Cina 5, SDN Beji 4, SDN Beji 5, SDN Beji 7 dan SDN Tanah Baru II yang diikuti oleh 22 pedagang jajanan dan 18 pewakilan guru dari tiap sekolah.
Pedagang jajanan sekolah yang mengikuti kegiatan ini kebanyakan merupakan pedagang jajanan keliling yang tidak menetap.
Selain itu, mereka belum menerapkan higiene sanitasi makanan seperti pemilihan bahan baku, tempat penyimpanan bahan, fasilitas sanitasi dan higiene perseorangan.
Hal ini dapat menjadi potensi kontaminasi makanan dan menjadi sumber penyakit.
Tim Pengmas terdiri dari para dosen dan mahasiswa FKM UI yakni, drg. Ririn Arminsih, Dr. Laila Fitria, Nurmalasari, Nurina Vidya Ayuningtyas, dan Aulia Salmaddina.
Dr. Ririn menuturkan, latar belakang pelaksanaan Pengmas ini didasarkan atas penelitian mengenai jajanan anak sekolah dasar pada tahun 2018.
Menurutnya, Kecamatan Beji merupakan kecamatan di Kota Depok dengan angka kontaminasi bakteri tertinggi pada jajanan anak (bakteri coliform sebanyak 64 persen dan bakteri E.coli sebanyak 11 persen).
Penelitian lain juga menyebutkan bahwa 94 persen pedagang yang berjualan di kantin SD di Kecamatan Beji belum pernah mengikuti pelatihan mengenai higiene sanitasi pengolahan makanan.
“Penyuluhan dibagi menjadi dua kelompok yaitu pada pedagang dan guru,” tutur Ririn.
Ririn mengungkapkan, pada setiap pertemuan masing-masing kelompok difasilitasi oleh dua orang fasilitator.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/sebanyak-64-persen-jajanan-sd-di-depok-terkontaminasi-bakteri-coliform121.jpg)