Lewat Mural, Warga Kelurahan Kramat Pengin Lingkungannya Tertata dan Nyaman
Sebagai bentuk penataan pemukiman, sejumlah tembok pemukiman warga di dekapan RW, Kelurahan Kramat, Senen, Jakarta Pusat, dilukis mural.
Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Agus Himawan
Sebagai bentuk penataan pemukiman, sejumlah tembok pemukiman warga di dekapan RW, Kelurahan Kramat, Senen, Jakarta Pusat, dilukis mural. Tak hanya pembuatan mural, namun beberapa taman juga dibangun di wilayah tersebut.
Lurah Kramat, Suparjo menyampaikan jika kegiatan yang dilakukan ini sebagai bentuk gerakan untuk menata pemukiman kumuh, sehingga wilayahnya asri, bersih, dan nyaman.
• Indonesia Masih Andalkan Kevin/Marcus Juara di Hong Kong Open 2019
• Loris Reggiani Nilai Valentino Rossi Sulit untuk Jadi Juara Lagi
• Film Korea Berjudul Parasite Semakin Dekat untuk Raih Oscar
“Ini kan wilayah yang padat dan kumuh. Di samping itu banyak masalah juga yang ada. Sehingga saya tata supaya bagaimana wilayah ini bisa bagus, nyaman, dan bersih. Makannya saya bikin mural,” kata Suparjo, Senin (11/11/2019).
Menurut Suparjo di Kelurahan Kramat ada delapan RW yang menjadi sasarannya untuk dibuatkan mural pada dinding tembok pemukiman warga.
Gambar mural yang diusung tak jauh dari nuansa Betawi dan juga beberapa ikon-ikon Jakarta seperti Monas dan juga Patung Kuda Monas.
Tak hanya melakukan penataan dengan melakukan pengecatan tembok pemukiman dengan mural, ia juga membuat beberapa taman di lingkungan wilayahnya. Hal ini karena lahan-lahan milik pemda itu, terkadang justru dimanfaatkan para PKL.
Swadaya
Agar tidak kumuh, Suparjo mengaku menyulap lahan itu untuk dijadikan taman, sehingga dapat dimanfaatkan warga. “Jadi ada lahan kosong daripada ditempati para pedagang, saya buatkan Taman. Itu ada di Jalan Baru, Jalan Pal Putih, Jalan Sedap Malam, Jalan Kembang Sepatu, dan di RW 07, RW 08,” katanya.
• 45 Pewarta Foto Istana Kepresidenan Gelar Pameran Foto Dan Peluncuran Buku Membangun Indonesia
• Kenali Gejala Diabetes pada Anak, Hati-hati Jika Makan Lahap Tapi Berat Badan Turun
• Bupati Pulau Seribu Dorong Pelajar agar Aktif Menabun di Bank Sampah
Suparjo menyebut, pembuatan mural hingga pembuatan taman di lingkungan wilayahnya ini seluruhnya dilakukan secara swadaya tanpa adanya anggaran. Prosesnya pun melibatkan warga sekitar.
“Nggak ada anggaran. Kita lakukan secara swadaya. Jadi saya mengerakan warga untuk gotong royong, alhamdulillah masyarakat pun sangat antusias dan mendukung kegiatan ini,” ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/mural-di-kelurahan-kramat.jpg)