Jumat, 15 Mei 2026

Produktivitas Pegawai Microsoft Jepang Naik 40 Persen setelah Kerja 4 Hari Seminggu

Microsoft Jepang menguji seminggu kerja selama empat hari dan mendapatkan hasil yang memuaskan untuk produktivitas karyawan.

Tayang:
shutterstock
Ilustrasi 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Microsoft Jepang menguji seminggu kerja selama empat hari dan mendapatkan hasil yang memuaskan untuk produktivitas karyawan.

Dikutip dari CNBC Senin (04/11/2019) seperti dilansir Kompas.com, raksasa teknologi ini mencatat lonjakan hampir 40 persen pada tingkat produktivitas setelah memotong jam kerjanya.

Proyek ini merupakan bagian dari pengembangan dari program yang mengampanyekan perbaikan kehidupan sehari-hari dan kehidupan bekerja (Work-life Balance).

Genjot Investasi, Ekonom Bilang: Investasi Asing yang Masuk Harus Dikontrol

Program Microsoft "Work Life Choice Challenge", yang diadakan Agustus ini, perusahaan menyelesaikan pekerjaannya pada hari Kamis dan memberikan 2.300 karyawannya akhir pekan tiga hari selama sebulan penuh untuk menilai manfaat dari berkurangnya hari berkerja.

Selama periode itu, perusahaan melihat produktivitas, yang diukur dengan penjualan per karyawan, naik 39,9 persen dibandingkan dengan Agustus 2018.

Sementara itu, perusahaan melihat penurunan biaya, dengan menurunnya penggunaan listrik sebesar 23 persen dan penggunaan kertas yang digunakan 58 persen lebih sedikit pada masa ujicoba tersebut.

Bagi Milenial, Ini Tips Beli Rumah dan Masih Bisa Menabung

Eksperimen, yang juga memasukkan pengembangan diri dan skema kesehatan keluarga.

Microsoft Jepang menerima respon yang positif sebagian besar dari karyawan.

Sebanyak 92 persen mengatakan mereka menyukai hari kerja empat hari.

Microsoft Jepang mengatakan berencana untuk melakukan tantangan kehidupan kerja yang serupa di musim dingin ini, yang bertujuan mendorong kerja yang lebih fleksibel.

Tawaran Cashback di Dompet Digital Membuat Orang Ketagihan Top Up

Gagasan empat hari kerja seminggu telah mendapatkan daya tarik dari advokat yang menyoroti kemungkinan manfaatnya dalam mengurangi stres dan mencegah terlalu banyak pekerjaan.

Pada tahun 2018, sebuah perusahaan Selandia Baru menjuluki uji coba dua hari kerja empat hari dalam seminggu sebagai keberhasilan dalam meningkatkan keseimbangan kehidupan kerja.

Sementara pendiri Virgin, Richard Branson, secara teratur menguraikan manfaatnya untuk meningkatkan kebahagiaan.

Ini yang Membuat Bill Gates Ketakutan

Dampak dari pekerjaan yang berlebihan dirasakan secara akut di Jepang, yang dikenal karena memiliki beberapa jam kerja terpanjang di dunia.

Menurut sebuah studi pemerintah di tahun 2016, hampir seperempat dari perusahaan Jepang mengharuskan karyawan untuk bekerja lebih dari 80 jam lembur sebulan.

Jepang bahkan telah menciptakan istilahnya sendiri untuk budaya ekstrem, "karoshi," yang diterjemahkan sebagai "kematian karena kerja keras".

Ingin Memulai Bisnis? Ikuti 7 Langkah Ini

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kerja 4 Hari Seminggu, Produktivitas Karyawan Microsoft Jepang Naik 40 Persen

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved