Breaking News:

Pementasan Wayang Orang

Jaya Suprana Sindir Dinamika Pemilu Lewat Pagelaran Wayang Orang Sang Sukrasana

Rencananya, pagelaran Sang Sukrasana digelar di Teater Besar, Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM), Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, 17 November 2019.

Penulis: Arie Puji Waluyo | Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Jaya Suprana disela jumpa pers pementasan wayang orang Sang Sukrasana di Galeri Indonesia Kaya, Mal Grand Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019). 

Berangkat dari keprihatinan penyelenggaraan pesta demokrasi Indonesia di pemilihan umum (pemilu) 2019, budayawan Jaya Suprana membuat karya pagelaran wayang orang.

Pagelaran wayang orang digagas Jaya Suprana dengan menggambarkan kehidupan politik Indonesia lewat cerita Sang Sukrasana yang diangkat lewat pementasan teater.

Bersama Laskar Indonesia Pusaka dan Bakti Budaya Djarum Fondation, Jaya Suprana ingin membagi keprihatinannya terhadap penindasan rakyat Indonesia pesta demokrasi selesai.

Jaya Suprana disela jumpa pers pementasan wayang orang Sang Sukrasana di Galeri Indonesia Kaya, Mal Grand Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019).
Jaya Suprana disela jumpa pers pementasan wayang orang Sang Sukrasana di Galeri Indonesia Kaya, Mal Grand Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019). (Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

"Pagelaran Sang Sukrasana berasal dari kesedihan saya. Rakyat dalam Pemilu dipuja dan di rayu seolah menimbulkan keresahan bangsa ini," kata Jaya Suprana.

Hal itu dikatakannya ketika ditemui dalam jumpa pers di Galeri Indonesia Kaya (GIK), Mal Grand Indonesia, Jalan MH Thamrin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019).

Menurut Jaya Suprana, setelah pemilu, rakyat tidak lagi dipuja petinggi negara dan para politisi yang terpilih sebagai anggota DPR RI.

Melihat Banyak Kasus Perdagangan Manusia di Indonesia, Humas Polri Membuat Film Hanya Manusia

Festival Film Indonesia 2019 Segera Digelar, Berikut Ini 38 Judul Film yang Lolos Penjurian

"Ketika pemilu selesai, rakyat dilupakan. Disini saya sedih," ucap Jaya Suprana.

"Rakyat adalah sukma. Tanpa ada rakyat, tidak ada negara dan bangsa. Tanpa ada penguasa, pasti ada rakyat. Tanpa rakyat, penguasa tidak ada," ujarnya.

Pementasan Sang Sukrasana menceritakan sosok Sukrasana yang sederhana dan kumuh, tetapi memiliki kesaktian luar biasa.

Jaya Suprana disela jumpa pers pementasan wayang orang Sang Sukrasana di Galeri Indonesia Kaya, Mal Grand Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019).
Jaya Suprana disela jumpa pers pementasan wayang orang Sang Sukrasana di Galeri Indonesia Kaya, Mal Grand Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019). (Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

Sukrasana mengorbankan diri agar Bambang Sumantri, kakaknya, menjadi penguasa. Setelah menjadi penguasa, Sukrasana dihempas begitu saja oleh kakaknya.

"Bambang malu punya adik buruk rupa dan kumuh. Tanpa disengaja Bambang mengambil senjata dan Sukrasana tertusuk dan meninggal," jelas Jaya Suprana yang mencintai, mengagumi dan menghargai semua budaya Indonesia, termasuk wayang orang.

Meski Sering Berakting Film, Ariyo Wahab Tetap Mengutamakan Musik Sebagai Pekerjaan Pokok

Lewat Etnocestra, Gita Gutawa dan Erwin Gutawa Ingin Mengenalkan Musik Etnik hingga Penjuru Dunia

Rencananya, pagelaran Sang Sukrasana digelar di Teater Besar, Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM), Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, 17 November 2019.

Sederet aktor dan aktris Indonesia memeriahkan pagelaran pentas teater Sang Sukrasana, seperti Lukman Sardi, Maudy Koesnaedi, Ruth Marini, Asmara Abigail, Tina Toon dan Kenthus Ampiranto.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved