Jumat, 24 April 2026

Berita Jakarta

M Taufik Ingatkan Lembaga Penyiaran: Dosa Loh Ditagih Malaikat

Mohamad Taufik meminta kesadaran dari lima lembaga penyiaran televisi untuk menyajikan kebudayaan tentang Betawi minimal 25 persen dari seluruh kompos

Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
Wartakotalive.com/Anggie Lianda Putri
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik 

M. Taufik Ingatkan Lembaga Penyiaran, Dosa Loh Ditagih Malaikat

Fajar Alfajri
kepada Wkn, saya, fitriyandialfajri, +3
26 menit yang laluDetail
M. Taufik Ingatkan Lembaga Penyiaran, Dosa Loh Ditagih Malaikat

TEBET, WARTAKOTALIVE.COM - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik meminta kesadaran dari lima lembaga penyiaran televisi untuk menyajikan kebudayaan tentang Betawi minimal 25 persen dari seluruh komposisi yang ditayangkan.

Hal ini mengacu pada perjanjian kerja sama (PKS) antara pemerintah daerah dengan lembaga penyiaran.

“Saya ingat betul saat jaman pak Sutiyoso (Gubernur DKI Jakarta) karena saya yang mengikuti tahapan ini, bahwa PKS itu mengatur agar mereka menyiarkan konten kebudayaan Betawi minimal 25 persen,” kata Mohamad Taufik pada Kamis (24/10/2019).

Hal itu dikatakan Taufik saat seminar penyiaran dengan tema ‘Nasib Konten Lokal Jakarta di Layar Kaca’ di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.

Dalam kesempatan itu hadir juga Dosen Seminar Effendi Ghazali, Direktur TVRI Wilayah Jakarta Usrin Usman, dengan moderator Bambang Pamungkas dari Komisioner KPID DKI Jakarta.

Taufik mengatakan, dalam aturan itu memang tidak dijelaskan mengenai penjatuhan sanksi bagi lembaga penyiaran.

Namun dia mengingatkan sikap yang tidak menepati janji merupakan perbuatan tercela.

“Kalau janji ditepati dong, yah kalau nggak ditepati dosa loh. Ditagih malaikat kalian gimana?

"Dalam Perjanjian itu memang nggak ada sanksinya. Cuma kan ini perlu ada kesadaran,” ujar Taufik.

Taufik meminta Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) DKI Jakarta juga turut membantu mengawasi.

Dengan demikian, kebudayaan Betawi bisa terjaga dengan baik di kalangan masyarakat terutama kaum milenial.

“Kami akan mengingatkan, termasuk soal PKS itu akan diingatkan terus.

"Kalau tidak diingatkan, nanti lama-lama hilang (kebudayaan Betawi) di masyarakat,” katanya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved