Pameran Seni Rupa

Festival Seni Media Internasional 2019 Gabungan Seni Media dan Fiksi Ilmiah

"Festival Instrumenta memberikan wadah bagi berkembangnya ekosistem seni kontemporer Indonesia," kata Restu.

Festival Seni Media Internasional 2019 Gabungan Seni Media dan Fiksi Ilmiah
Istimewa
Salah karya seni rupa yang dipamerkan di Galeri Nasional Indonesia bertajuk #2:Machine/Magic. Pameran berlangsung 23 Oktober hingga 19 November 2019. 

Galeri Nasional Indonesia menggelar pameran seni rupa bertajuk Instrumenta #2:Machine/Magic di Galeri Nasional Indonesia, Gambir, Jakarta Pusat.

Festival seni media berskala internasional itu diselenggarakan oleh Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Direktur Kesenian, Restu Gunawan mengatakan, Festival seni media merupakan wujud peran pemerintah dalam mendorong perkembangan seni kontemporer, sekaligus melindungi seni tradisi.

"Festival Instrumenta memberikan wadah bagi berkembangnya ekosistem seni kontemporer Indonesia," kata Restu, Rabu (23/10/2019).

"Kegiatan ini juga menjadi ruang ekspresi dan presentasi karya bagi praktisi seni media sekaligus sebagai ruang interaksi dan apresiasi seni bagi masyarakat," katanya lagi.

Festival Instrumenta pertama kali diselenggarakan pada 2018 di Galeri Nasional Indonesia.

DPD PDI Jakarta Gelar Banteng Milenial Festival Selama 3 Hari Akhir Pekan Ini

Salah karya seni rupa yang dipamerkan  di Galeri Nasional Indonesia bertajuk #2:Machine/Magic. Pameran berlangsung  23 Oktober hingga 19 November 2019.
Salah karya seni rupa yang dipamerkan di Galeri Nasional Indonesia bertajuk #2:Machine/Magic. Pameran berlangsung 23 Oktober hingga 19 November 2019. (Istimewa)

Pada saat pembukaan Rabu (23/10/2019),  ditampilkan pertunjukan dari KULTse dan Monica Hapsari.

Sedangkan Machine/Magic menampilkan karya 28 seniman yakni 21 seniman dari Indonesia dan tujuh lainnya dari luar negeri.

Sementara itu, Agung Hujatnikajennong, Direktur Artistik Instrumenta, mengatakan,  dalam festival ini pengunjung diajak melihat irisan-irisan inheren dan niscaya antara seni media dengan fiksi ilmiah sebagai konsep maupun praktik

Menurut dia, sains teknologi dan budaya, serta karya fiksi ilmiah dan seni media memenuhi kebutuhan manusia untuk keluar dari kenyataan sehari-hari dan kesadaran normal.

Halaman
12
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved